Kritisi Program Sekolah Swasta Gratis di Jakarta, DPRD: Belum Menyentuh Madrasah
Kritisi Program Sekolah Swasta Gratis di Jakarta, DPRD: Belum Menyentuh Madrasah

Kritisi Program Sekolah Swasta Gratis di Jakarta, DPRD: Belum Menyentuh Madrasah

LintasWarganet.com – 30 April 2026 | Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengumumkan penambahan jumlah sekolah swasta yang mendapat gratifikasi biaya pendidikan untuk tahun ajaran 2026-2027 menjadi 103 institusi. Peningkatan ini menandakan penambahan 63 sekolah dibandingkan dengan alokasi sebelumnya pada tahun ajaran 2025-2026.

Program ini bertujuan untuk mengurangi beban biaya pendidikan bagi keluarga kurang mampu dengan memberikan akses gratis ke sekolah swasta yang biasanya memiliki biaya tinggi. Namun, kebijakan tersebut segera mendapatkan sorotan kritis dari sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jakarta.

Anggota DPRD menyoroti bahwa meskipun jumlah sekolah yang digratiskan meningkat, kebijakan ini belum mencakup madrasah, yaitu lembaga pendidikan agama Islam yang juga melayani ribuan siswa. “Madrasah tetap berada di luar jangkauan program ini, padahal mereka membutuhkan dukungan serupa untuk menjaga keberlanjutan pendidikan agama,” ujar salah satu wakil rakyat dalam rapat komisi terkait.

Beberapa poin kritik yang disampaikan antara lain:

  • Ketimpangan akses: Program hanya menargetkan sekolah swasta umum, mengabaikan madrasah yang memiliki biaya operasional tinggi.
  • Transparansi anggaran: Anggota DPRD menuntut penjelasan rinci tentang sumber pembiayaan tambahan yang memungkinkan penambahan 63 sekolah.
  • Evaluasi dampak: Belum ada mekanisme yang jelas untuk mengukur efektivitas program dalam meningkatkan partisipasi pendidikan bagi keluarga kurang mampu.

Di sisi lain, Dinas Pendidikan DKI Jakarta menjelaskan bahwa alokasi tambahan berasal dari dana khusus yang dipotong dari anggaran pengembangan infrastruktur pendidikan. Mereka menegaskan bahwa program akan terus dipantau dan dioptimalkan, serta membuka ruang diskusi untuk kemungkinan inklusi madrasah di masa mendatang.

Berikut rangkuman data alokasi sekolah gratis untuk tahun ajaran 2026-2027:

Tahun Ajaran Jumlah Sekolah Swasta Gratis Pertambahan Sekolah
2025-2026 40
2026-2027 103 +63

Pengamat pendidikan menilai bahwa kebijakan ini bisa menjadi langkah positif bila diiringi dengan kebijakan inklusif yang melibatkan semua jenis lembaga pendidikan, termasuk madrasah. Mereka menekankan pentingnya dialog antara pemerintah provinsi, DPRD, dan komunitas madrasah untuk menemukan solusi pembiayaan yang adil.

Ke depannya, DPRD berjanji akan mengajukan usulan revisi kebijakan agar madrasah dapat masuk dalam skema gratis serupa, sambil tetap menjaga keseimbangan anggaran provinsi.