Krisis Iklim Bikin Usaha Perempuan Kian Rentan, Akses Pembiayaan Hijau Dinilai Masih Minim
Krisis Iklim Bikin Usaha Perempuan Kian Rentan, Akses Pembiayaan Hijau Dinilai Masih Minim

Krisis Iklim Bikin Usaha Perempuan Kian Rentan, Akses Pembiayaan Hijau Dinilai Masih Minim

LintasWarganet.com – 25 Mei 2026 | Krisis iklim yang semakin intens kini menambah beban bagi perempuan pengusaha di Indonesia. Perubahan pola cuaca, peningkatan suhu, dan frekuensi bencana alam memperparah kondisi usaha kecil dan menengah yang dikelola oleh wanita, terutama di sektor pertanian, kerajinan, dan pariwisata lokal.

Pengaruh Krisis Iklim Terhadap Usaha Perempuan

  • Penurunan produktivitas lahan pertanian akibat kekeringan dan banjir yang tidak menentu.
  • Kerusakan infrastruktur pasar dan tempat produksi ketika terjadi cuaca ekstrim.
  • Kenaikan biaya operasional karena kebutuhan energi dan bahan baku yang lebih mahal.

Akibatnya, margin keuntungan menyusut dan risiko kegagalan usaha meningkat, menjadikan perempuan lebih rentan secara ekonomi.

Kendala Akses Pembiayaan Hijau

Walaupun pembiayaan hijau dapat membantu transisi ke praktik yang lebih ramah iklim, perempuan masih menghadapi hambatan signifikan:

  • Rendahnya pemahaman tentang produk keuangan berkelanjutan.
  • Persyaratan jaminan yang ketat dan proses aplikasi yang kompleks.
  • Kurangnya jaringan dengan lembaga keuangan yang menawarkan kredit hijau.

Data terbaru menunjukkan bahwa kurang dari 15% usaha perempuan berhasil memperoleh pinjaman dengan syarat ramah lingkungan, dibandingkan dengan lebih dari 30% pada usaha milik laki-laki.

Langkah Pemerintah dan Lembaga Keuangan

Pemerintah bersama bank pembangunan dan lembaga keuangan mikro mulai meluncurkan program khusus untuk mengatasi kesenjangan ini. Berikut rangkuman inisiatif utama:

Inisiatif Target
Program Kredit Hijau Mikro Meningkatkan penyaluran kredit hijau kepada usaha perempuan sebesar 20% dalam dua tahun ke depan.
Pelatihan Adaptasi Iklim Memberikan pelatihan teknis kepada 10.000 pengusaha wanita tentang teknologi tahan iklim.
Fasilitasi Kemitraan Menghubungkan perempuan dengan investor impact yang fokus pada keberlanjutan.

Selain itu, kementerian terkait mendorong penyederhanaan prosedur pengajuan pinjaman dan memperluas jangkauan layanan digital agar lebih mudah diakses di daerah terpencil.

Jika dukungan pembiayaan hijau dan transfer teknologi adaptasi dapat ditingkatkan, usaha perempuan berpotensi menjadi pilar penting dalam mitigasi perubahan iklim sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi nasional.