Korban Penipuan Kursus Mandarin Terus Berdatangan ke Grogol Sukoharjo, dari Makassar hingga Surabaya
Korban Penipuan Kursus Mandarin Terus Berdatangan ke Grogol Sukoharjo, dari Makassar hingga Surabaya

Korban Penipuan Kursus Mandarin Terus Berdatangan ke Grogol Sukoharjo, dari Makassar hingga Surabaya

LintasWarganet.com – 28 Juli 2026 | Korban penipuan kursus Mandarin terus berdatangan ke Grogol Sukoharjo, dari Makassar hingga Surabaya. Dugaan penipuan berkedok kursus bahasa Mandarin di Sukoharjo mulai terungkap sejak Mei 2026 setelah korban berdatangan meminta bantuan kepada pengurus lingkungan.

Ketua RW 15 Perumahan Grogol Indah, Didik Nur Cahyo, mengungkapkan jumlah korban terus bertambah, mulai dari Makassar, Surabaya, Semarang, hingga sejumlah kota di luar Pulau Jawa.

Baca juga:

Menurut Didik, kasus tersebut mulai terungkap sejak Mei 2026 ketika para peserta kursus satu per satu mendatangi pengurus lingkungan untuk meminta bantuan menyelesaikan persoalan dengan pengelola lembaga kursus.

Laporan pertama yang diterimanya berasal dari seorang peserta asal Makassar yang mengaku mengalami kerugian sekitar Rp9 juta. Baca juga: Tempat Kursus Mandarin di Sukoharjo Tak Pernah Tunjukkan Izin, RW Ungkap Sudah Tagih Enam Bulan.

Awalnya korban meminta bantuan kepada Ketua RT setempat sebelum akhirnya persoalan diteruskan kepada Ketua RW untuk dimediasi. “Korban pertama yang datang itu dari Makassar. Nilai kerugiannya sekitar Rp9 juta sehingga akhirnya kami lakukan mediasi,” kata Didik.

Melalui proses mediasi tersebut, uang milik korban asal Makassar akhirnya berhasil dikembalikan. Namun, persoalan ternyata tidak berhenti sampai di situ.

Baca juga:

Didik mengungkapkan bahwa jumlah korban terus bertambah, dan sekarang telah mencapai puluhan orang. Mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk Makassar, Surabaya, Semarang, Medan, Pekanbaru, Lampung, dan Riau.

Didik juga mengatakan bahwa pengelola lembaga kursus tersebut tidak pernah menunjukkan izin yang sah. “Mereka tidak pernah menunjukkan izin yang sah. Saya rasa ini adalah tanda-tanda bahwa mereka melakukan penipuan,” kata Didik.

Didik juga mengatakan bahwa ia telah mencoba menghubungi pihak berwenang, namun tidak ada tanggapan yang jelas. “Saya telah mencoba menghubungi pihak berwenang, namun tidak ada tanggapan yang jelas. Saya rasa ini adalah tanda-tanda bahwa mereka tidak ingin mengungkapkan kebenaran,” kata Didik.

Didik juga mengatakan bahwa ia telah mencoba membantu korban untuk menyelesaikan persoalan dengan pengelola lembaga kursus. “Saya telah mencoba membantu korban untuk menyelesaikan persoalan dengan pengelola lembaga kursus. Namun, saya rasa ini adalah tugas yang sulit karena mereka tidak pernah mau menunjukkan izin yang sah,” kata Didik.

Baca juga:

Didik juga mengatakan bahwa ia telah mencoba menghubungi media massa untuk membantu mengungkapkan kasus ini. “Saya telah mencoba menghubungi media massa untuk membantu mengungkapkan kasus ini. Saya rasa ini adalah cara yang baik untuk membantu mengungkapkan kebenaran,” kata Didik.

Kesimpulan: Kasus penipuan kursus Mandarin di Sukoharjo masih terus berkembang. Didik Nur Cahyo, Ketua RW 15 Perumahan Grogol Indah, mengungkapkan bahwa jumlah korban terus bertambah, dan sekarang telah mencapai puluhan orang. Mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk Makassar, Surabaya, Semarang, Medan, Pekanbaru, Lampung, dan Riau. Didik juga mengatakan bahwa pengelola lembaga kursus tersebut tidak pernah menunjukkan izin yang sah, dan ia telah mencoba menghubungi pihak berwenang dan media massa untuk membantu mengungkapkan kasus ini.