LintasWarganet.com – 18 Juni 2026 | Argentina membuka kampanye Piala Dunia 2026 dengan kemenangan meyakinkan 3-0 atas Aljazair di Kansas City, Missouri. Lionel Messi mencetak hattrick, menambah total golnya menjadi 16 dan menyamakan rekor Miroslav Klose. Namun di balik sorotan gol-gol spektakuler, insiden antara Messi dan bek Aljazair, Aïssa Mandi, menimbulkan perdebatan sengit mengenai keputusan wasit yang tidak memberikan kartu merah kepada sang bintang.
Insiden yang Memicu Protes
Pertengahan babak pertama, saat Argentina unggul 1-0, Messi terlibat dalam duel dengan Aïssa Mandi. Tackle yang dilakukan Messi mengakibatkan studs (paku sepatu) menabrak betis kanan Mandi, menimbulkan rasa sakit yang jelas terlihat dari reaksi pemain Aljazair. Wasit utama, Szymon Marciniak, hanya memberikan peringatan verbal kepada Messi, sementara VAR tidak melakukan intervensi.
Pandangan Media Internasional dan Lokal
Berbagai outlet media mengkritisi keputusan tersebut. Media Aljazair menilai bahwa tindakan Messi memenuhi tiga kriteria kartu merah: tidak menyentuh bola, kontak yang berbahaya, dan intensitas tinggi. Meskipun intensitas dianggap kurang, dua kriteria sudah terpenuhi sehingga mereka menganggap kartu merah seharusnya diberikan. Beberapa media, seperti La Patrie News dan TSA Sport, menyebut insiden itu sebagai skandal perwasitan.
Di sisi lain, media internasional seperti OneFootball menyoroti pendapat mantan wasit Bundesliga, Patrick Ittrich, yang berpendapat bahwa tindakan tersebut “memenuhi dua dari tiga kriteria” untuk pengusiran. Ittrich menegaskan bahwa dalam kompetisi lain, insiden serupa biasanya menghasilkan kartu merah.
Reaksi Pelatih dan Pemain
Hugo Broos, pelatih tim nasional Afrika Selatan, menyuarakan ketidaksetujuannya pada konferensi pers pra-pertandingan melawan Ceko. Broos menyoroti perbedaan perlakuan antara Messi dan pemain Afrika Selatan, Themba Zwane, yang menerima kartu merah dan tiga pertandingan skorsing setelah insiden melawan Meksiko. Broos berargumen bahwa jika Messi tidak dikenai hukuman, maka konsistensi disiplin wasit menjadi dipertanyakan.
Para pemain dan penggemar dari kedua tim juga terpecah. Sebagian menganggap bahwa Messi beruntung karena tidak ada VAR yang meninjau kembali, sementara yang lain berpendapat bahwa aksi tersebut tidak cukup sengaja untuk mendapat kartu merah. Di media sosial, komentar mengalir deras, dengan banyak yang menuntut kejelasan regulasi tentang kontak berbahaya.
Analisis Teknis dan Aturan FIFA
- Kontak tanpa bola: FIFA menegaskan bahwa pemain yang melakukan kontak dengan lawan tanpa mencoba memegang bola dapat dikenai kartu kuning atau merah tergantung pada tingkat bahaya.
- Kriteria kartu merah: (1) Tidak menyentuh bola, (2) Kontak berbahaya, (3) Intensitas atau niat yang jelas untuk melukai.
- VAR: Sistem VAR dapat mengintervensi keputusan kartu kuning atau merah jika ada kesalahan jelas, namun dalam pertandingan ini VAR tidak mengintervensi.
Dengan dua kriteria terpenuhi, banyak analis berpendapat bahwa keputusan wasit terlalu lunak. Namun, keputusan akhir tetap berada di tangan ofisial lapangan yang menilai intensitas serta niat pemain.
Dampak Jangka Panjang
Kontroversi ini tidak hanya memengaruhi citra wasit pada turnamen ini, tetapi juga menambah tekanan pada FIFA untuk meninjau prosedur VAR dalam kasus kontak berbahaya. Jika keputusan serupa terulang di pertandingan berikutnya, potensi protes dari tim-tim lain dapat meningkat, mengancam integritas kompetisi.
Selain itu, insiden ini menyoroti perbedaan perlakuan antara pemain bintang dengan pemain biasa. Ketika Messi, pemain dengan reputasi global, tetap di lapangan tanpa hukuman, sementara pemain seperti Themba Zwane mendapat skorsing tiga pertandingan, pertanyaan tentang keadilan disiplin menjadi semakin tajam.
Secara keseluruhan, meski Argentina berhasil melaju dengan kemenangan meyakinkan, pertandingan ini meninggalkan noda kontroversial yang kemungkinan akan menjadi bahan diskusi selama sisa turnamen. Keputusan wasit yang tidak memberikan kartu merah kepada Messi pada Aïssa Mandi tetap menjadi topik hangat di antara pengamat, pelatih, dan suporter, menuntut transparansi dan konsistensi dalam penegakan aturan sepakbola internasional.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet