Kontroversi Memanas di Laga Rosario Central vs Racing: VAR, Red Card, dan Protes Pelatih Milito
Kontroversi Memanas di Laga Rosario Central vs Racing: VAR, Red Card, dan Protes Pelatih Milito

Kontroversi Memanas di Laga Rosario Central vs Racing: VAR, Red Card, dan Protes Pelatih Milito

LintasWarganet.com – 15 Mei 2026 | Pertandingan perempat final Liga Profesional antara Rosario Central dan Racing Club berakhir dengan catatan yang lebih banyak dibicarakan tentang keputusan wasit daripada aksi di lapangan. Pertandingan yang berlangsung pada 13 Mei 2026 itu menjadi sorotan utama setelah sejumlah keputusan kontroversial mengubah alur permainan dan menimbulkan kemarahan di antara pemain, pelatih, serta suporter.

Keputusan Kontroversial VAR

Detik-detik penting pertama muncul pada menit ke-50 ketika Alejo Véliz mengeksekusi gol penyama kedudukan 1-1 untuk Rosario Central. Gol tersebut sempat dirayakan, namun VAR mengintervensi dan memeriksa posisi offside. Setelah lima menit perdebatan, keputusan akhir menyatakan Véliz berada dalam posisi offside, sehingga golnya dibatalkan dan kemenangan sementara tetap di tangan Racing.

Insiden Kartu Merah dan Kartu Kuning Ganda

Pada babak pertama, pemain Racing, Martínez, melakukan handball terhadap pemain Central, Coronel. Awalnya diberikan kartu kuning, namun setelah tinjauan VAR, wasit Darío Herrera memutuskan untuk mengeluarkan Martínez dengan kartu merah langsung. Keputusan ini menambah ketegangan, terutama karena Central harus menghadapi situasi 9 pemain setelah Di Cesare menerima kartu kuning kedua karena tantangan berbahaya.

Reaksi Pelatih Diego Milito

Setelah peluit akhir, pelatih Rosario Central, Diego Milito, mengeluarkan pernyataan emosional di hadapan media. Ia menilai bahwa keputusan wasit telah merusak integritas kompetisi dan menyatakan, “Argentinian football is broken.” Milito menegaskan rasa frustrasi para pemain dan pendukung serta menyerukan reformasi mendesak dalam sistem perwasitan.

Suasana di Bangku Penonton

Suporter Rosario Central, yang dikenal dengan julukan “Canalla,” tidak tinggal diam. Mereka melontarkan teriakan, spanduk, dan bahkan memaki wasit dengan sebutan “bastardo corrupto”. Salah satu suporter, Gonzalo Costas, secara lantang menuduh wasit “korup”. Kekacauan ini menggambarkan betapa emosionalnya atmosfer di Estadio Gigante de Arroyito pada malam itu.

Ringkasan Insiden Penting

Waktu Insiden Keputusan
50′ Gol Véliz (Rosario Central) Dicabut karena off‑side (VAR)
30′ Handball Martínez (Racing) pada Coronel Kartu kuning berubah menjadi merah (VAR)
65′ Tantangan Di Cesare (Racing) Kartu kuning kedua → keluar (9 pemain)
Akhir pertandingan Protes Milito Pernyataan kritis tentang sistem sepakbola Argentina

Implikasi bagi Liga Profesional

Kontroversi ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai keandalan teknologi VAR serta konsistensi keputusan wasit di level tertinggi Argentina. Banyak analis mengusulkan pelatihan ulang bagi ofisial pertandingan, transparansi proses review VAR, serta peninjauan kembali kebijakan disiplin yang dianggap terlalu keras atau lunak tergantung situasi.

Selain itu, tekanan dari media sosial mempercepat penyebaran opini publik, memaksa federasi sepakbola Argentina (AFA) untuk menanggapi dengan cepat. Jika tidak, rasa tidak adil dapat memicu penurunan minat penonton dan menurunkan nilai komersial liga.

Kesimpulan

Pertandingan Rosario Central vs Racing tidak hanya menjadi babak penting dalam perjalanan masing‑masing klub, melainkan juga menjadi cermin kegagalan sistem perwasitan yang menimbulkan kekecewaan mendalam. Keputusan VAR yang berulang, kartu merah yang kontroversial, serta protes terbuka dari pelatih menegaskan bahwa perubahan struktural sangat diperlukan. Selama proses reformasi belum selesai, laga-laga berikutnya berpotensi menyimpan dinamika serupa, menuntut pengawasan ketat demi menjaga integritas kompetisi dan kepercayaan suporter.