Konflik Ruben Onsu dan Sarwendah Memanas, Bertrand Peto Singgung Sosok ‘Tante Provokator’
Konflik Ruben Onsu dan Sarwendah Memanas, Bertrand Peto Singgung Sosok ‘Tante Provokator’

Konflik Ruben Onsu dan Sarwendah Memanas, Bertrand Peto Singgung Sosok ‘Tante Provokator’

LintasWarganet.com – 02 Juni 2026 | Ruben Onsu dan Sarwendah kembali menjadi topik pembicaraan hangat di dunia hiburan setelah serangkaian komentar tajam yang saling dilemparkan lewat platform media sosial. Perseteruan yang awalnya terbatas pada perbedaan pendapat kini meluas menjadi pertukaran sindiran yang menambah intensitas konflik.

Awal mula bentrokan keduanya bermula ketika Ruben Onsu menanggapi sebuah video yang diunggah oleh Sarwendah, mengkritik gaya hidup dan pilihan karier sang aktris. Sarwendah merespons dengan menyinggung sikap Ruben yang dianggap terlalu sensitif, memicu percakapan publik yang meluas.

Pada hari Selasa, aktor dan komedian Bertrand Peto tiba-tiba mengeluarkan pernyataan yang menambah bumbu dalam perseteruan tersebut. Melalui unggahan di akun media sosial pribadinya, Peto menyinggung sosok “tante provokator” yang diyakininya menjadi salah satu pemicu utama ketegangan. Dalam tulisannya, Peto menyebut, “Kita semua lelah dengan provokasi yang berulang‑ulang, terutama yang datang dari sosok yang suka menabur kontroversi demi popularitas.”

Unggahan Peto langsung memancing reaksi beragam dari netizen. Sebagian menganggap komentarnya relevan dan menyoroti pola provokatif yang memang sering muncul dalam dunia selebriti. Sementara yang lain menilai bahwa Peto justru menambah keruh situasi dengan menambahkan label negatif pada pihak tertentu.

  • Netizen menilai Peto berani mengangkat isu provokasi.
  • Beberapa netizen menilai bahwa istilah “tante provokator” terlalu menyinggung dan dapat memperburuk konflik.
  • Beberapa selebriti lain mengimbau untuk menyelesaikan perbedaan secara dewasa tanpa melibatkan pihak ketiga.

Para pengamat media sosial berpendapat bahwa fenomena ini mencerminkan bagaimana konflik pribadi di kalangan publik kini menjadi bahan konsumsi massa. Menurut mereka, keterlibatan pihak ketiga seperti Bertrand Peto dapat memperluas jangkauan berita, namun juga berisiko menambah polaritas di antara para penggemar.

Sejauh ini, belum ada klarifikasi resmi dari Ruben Onsu maupun Sarwendah terkait komentar Peto. Kedua belah pihak tampaknya masih memilih untuk tidak menanggapi secara langsung, sementara perbincangan di ruang publik terus berlanjut.

Perseteruan ini menegaskan kembali betapa kuatnya pengaruh media sosial dalam membentuk narasi publik, terutama di kalangan selebriti yang aktivitasnya selalu berada di sorotan publik.