Komitmen Tak Hasilkan Pencemaran, Aryo Djojohadikusumo sebut MSP Targetkan Pakai 100 Persen Renewable Energy di Smelter
Komitmen Tak Hasilkan Pencemaran, Aryo Djojohadikusumo sebut MSP Targetkan Pakai 100 Persen Renewable Energy di Smelter

Komitmen Tak Hasilkan Pencemaran, Aryo Djojohadikusumo sebut MSP Targetkan Pakai 100 Persen Renewable Energy di Smelter

LintasWarganet.com – 07 April 2026 | Aryo Djojohadikusumo menegaskan bahwa perusahaan tambang milik keluarganya bertekad keras untuk tidak menimbulkan pencemaran lingkungan di sekitar area operasi. Dalam pernyataan terbarunya, ia menyoroti upaya strategis PT Mitra Samudra Persada (MSP) untuk mengalihkan seluruh kebutuhan energi smelter menjadi sumber energi terbarukan.

Target 100% Energi Terbarukan

  • Solar Power: Instalasi panel surya akan ditempatkan di lahan tidak terpakai di sekitar area tambang, dengan estimasi produksi mencapai 30 % kebutuhan energi harian smelter.
  • Hydro Power: Pembangkit listrik tenaga air mikro akan memanfaatkan aliran sungai yang melewati zona pertambangan, diperkirakan menyumbang 40 % kebutuhan energi.
  • Wind Power: Turbin angin skala kecil akan dipasang di daerah dengan kecepatan angin stabil, berkontribusi sekitar 20 %.
  • Battery Storage: Sistem penyimpanan baterai akan menyeimbangkan fluktuasi produksi energi, memastikan pasokan tetap stabil.

Strategi diversifikasi sumber energi ini diharapkan dapat menurunkan intensitas emisi karbon serta mengurangi ketergantungan pada pembangkit listrik berbahan bakar fosil.

Manfaat Lingkungan dan Sosial

Penerapan energi bersih tidak hanya berdampak pada penurunan pencemaran udara dan air, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekitar. Dengan menurunkan tingkat debu dan limbah berbahaya, perusahaan berupaya menjaga ekosistem lokal serta mendukung keberlanjutan pertanian dan perikanan yang menjadi mata pencaharian penduduk.

Langkah Implementasi

Proses transisi akan dilaksanakan dalam tiga fase utama:

  1. Studi kelayakan: Analisis teknis dan ekonomi untuk masing-masing sumber energi terbarukan.
  2. Pembangunan infrastruktur: Pengadaan peralatan, instalasi panel surya, turbin angin, serta pembangunan bendungan mikro.
  3. Operasional dan monitoring: Pengujian sistem, pelatihan tenaga kerja, dan pemantauan dampak lingkungan secara berkelanjutan.

MSP menargetkan fase pertama selesai pada akhir 2025, dengan keseluruhan transisi selesai pada tahun 2028. Aryo menegaskan bahwa komitmen ini bukan sekadar slogan, melainkan bagian integral dari strategi bisnis berkelanjutan yang akan meningkatkan daya saing perusahaan di pasar global.