LintasWarganet.com – 06 Juni 2026 | Komisi Perlawanan terhadap Tembok dan Permukiman (KPTM) melaporkan bahwa selama bulan Mei 2026 terdapat 1.659 insiden yang dianggap sebagai serangan militer Israel di wilayah Tepi Barat. Data ini mencakup berbagai bentuk kekerasan, termasuk penembakan, penyerangan, pembongkaran rumah, dan penangkapan warga.
Ketua KPTM, Menteri Mu’ayyad Sha‘ban, menyatakan bahwa jumlah tersebut menunjukkan eskalasi signifikan dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. “Setiap hari kami mencatat rata‑rata lebih dari 50 insiden, yang menambah beban psikologis dan material bagi masyarakat Palestina,” ujar Sha‘ban dalam konferensi pers pada akhir minggu.
- Penembakan dan tembakan langsung: 742 kasus
- Pembongkaran bangunan (rumah, toko, fasilitas umum): 415 kasus
- Penangkapan dan penahanan: 312 kasus
- Penggunaan drone atau kendaraan militer untuk patroli agresif: 190 kasus
- Lain‑lain (penyitaan lahan, pembatasan akses): 0 kasus terhitung
Berbagai organisasi internasional telah mengkritik peningkatan tindakan tersebut, menilai bahwa sebagian besar insiden melanggar hukum humaniter internasional. Sementara itu, pihak militer Israel menyatakan bahwa operasi mereka ditujukan untuk mencegah serangan teroris dan melindungi keamanan warga Israel.
Di lapangan, warga Tepi Barat melaporkan kerusakan infrastruktur, kehilangan mata pencaharian, dan rasa ketakutan yang terus meningkat. Sekolah‑sekolah dan fasilitas kesehatan juga tidak luput dari gangguan, memaksa banyak keluarga mencari tempat perlindungan di wilayah lain.
Komisi KPTM berjanji akan terus memantau situasi dan menyusun laporan bulanan yang lebih rinci. Menteri Sha‘ban menekankan pentingnya solidaritas internasional dan seruan bagi dunia untuk menekan pihak‑pihak terkait agar menghentikan aksi kekerasan yang berkelanjutan.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet