LintasWarganet.com – 31 Maret 2026 | Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia menyampaikan apresiasi kepada Balai Riset Perikanan Budidaya Air Tawar dan Penangkapan Ikan (BRP BATPP) Bogor atas keberhasilan pengembangan alat pengasapan ikan yang dapat meningkatkan nilai tambah produk perikanan lokal.
Pertemuan berlangsung pada 30 April 2024 di gedung BRP BATPP Bogor, dihadiri oleh anggota Komisi IV DPR, peneliti, serta perwakilan petani ikan. Delegasi menilai inovasi ini sebagai solusi praktis untuk mengatasi tantangan pasokan ikan segar, mengurangi limbah, serta membuka peluang pasar baru bagi petani kecil.
Alat pengasapan yang dipresentasikan memiliki fitur-fitur utama berikut:
- Desain portabel dengan bahan bakar bio‑energi yang ramah lingkungan.
- Sistem kontrol suhu otomatis yang menjaga kualitas rasa dan nutrisi ikan.
- Kapasitas produksi 10 kg ikan per siklus, cocok untuk usaha skala mikro‑dan kecil.
Berikut adalah spesifikasi teknis singkat alat tersebut:
| Komponen | Spesifikasi |
|---|---|
| Energi | Bio‑gas 2,5 kW |
| Suhu Pengasapan | 65‑75 °C (terkontrol) |
| Kapasitas | 10 kg per siklus (30 menit) |
| Material | Stainless steel + bahan isolasi tahan karat |
Ketua Komisi IV DPR, Bapak Ahmad Muzani, menekankan pentingnya dukungan kebijakan bagi riset dan pengembangan teknologi pertanian serta perikanan. “Inovasi seperti ini tidak hanya meningkatkan produktivitas petani, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan nasional,” ujarnya.
Peneliti utama BRP BATPP, Dr. Siti Nurhaliza, menjelaskan proses riset yang melibatkan uji coba lapangan di tiga desa di Kabupaten Bogor. Hasil uji coba menunjukkan peningkatan nilai jual ikan asap hingga 30 % dibandingkan dengan metode tradisional.
Dengan dukungan legislasi dan potensi pemasaran yang lebih luas, diharapkan inovasi ini dapat diadopsi secara nasional, memperkuat ekonomi lokal, serta menciptakan lapangan kerja baru di sektor pengolahan perikanan.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet