Komisi II DPR Ingatkan Indonesia Tak Cukup Hanya Kuat Fiskal, Tapi Harus jadi Negara Produktif
Komisi II DPR Ingatkan Indonesia Tak Cukup Hanya Kuat Fiskal, Tapi Harus jadi Negara Produktif

Komisi II DPR Ingatkan Indonesia Tak Cukup Hanya Kuat Fiskal, Tapi Harus jadi Negara Produktif

LintasWarganet.com – 11 Juni 2026 | Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menegaskan bahwa kekuatan fiskal saja tidak cukup untuk menjamin kemajuan ekonomi Indonesia. Menurut mereka, negara harus beralih menjadi ekonomi yang produktif, mandiri, dan berdaya saing tinggi.

Para anggota komisi menyoroti bahwa pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) harus didukung oleh peningkatan produktivitas tenaga kerja, inovasi teknologi, serta penguatan sektor manufaktur dan agrikultura modern. Tanpa langkah tersebut, surplus fiskal tidak akan menghasilkan kesejahteraan yang merata.

Prioritas utama yang disampaikan meliputi:

  • Peningkatan kompetensi sumber daya manusia melalui pendidikan vokasi dan pelatihan berkelanjutan.
  • Pengembangan rantai nilai lokal dengan memfasilitasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta industri kecil menengah.
  • Desentralisasi kebijakan ekonomi yang memberi ruang lebih bagi pemerintah daerah untuk mengelola potensi sumber daya mereka.

Berikut contoh perbandingan antara surplus fiskal dan pertumbuhan produktivitas selama beberapa tahun terakhir:

Tahun Surplus Fiskal (Triliun Rp) Pertumbuhan Produktivitas (%)
2020 450 3,2
2021 470 3,5
2022 490 3,8

Komisi II menyerukan sinergi yang lebih kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan sektor swasta. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mempercepat adopsi teknologi, meningkatkan daya saing produk lokal, serta membuka lapangan kerja yang lebih berkualitas.

Dengan menempatkan produktivitas sebagai agenda utama, Indonesia diharapkan tidak hanya kuat secara fiskal, tetapi juga mampu menghasilkan nilai tambah yang berkelanjutan bagi seluruh rakyat.