Kodam Cenderawasih Sebut Film Dokumenter "Pesta Babi" Belum Kantongi Sertifikat Lulus Sensor
Kodam Cenderawasih Sebut Film Dokumenter "Pesta Babi" Belum Kantongi Sertifikat Lulus Sensor

Kodam Cenderawasih Sebut Film Dokumenter “Pesta Babi” Belum Kantongi Sertifikat Lulus Sensor

LintasWarganet.com – 15 Mei 2026 | Komando Daerah Militer (Kodam) Cenderawasih mengeluarkan pernyataan bahwa film dokumenter berjudul “Pesta Babi” belum memperoleh Sertifikat Lulus Sensor (SLS) yang menjadi prasyarat legal untuk penayangan publik di Indonesia. Pernyataan tersebut disampaikan oleh perwakilan Kodam Cenderawasih pada Rabu (15/05/2024) menyusul beredarnya video klip film tersebut di media sosial.

Di samping itu, TNI Papua mengimbau masyarakat untuk bersikap bijak dalam menyikapi pemutaran film kontroversial ini. Mereka menekankan pentingnya menunggu keputusan resmi dari LSF sebelum menilai isi atau kualitas film secara publik.

  • Pastikan film yang akan ditonton memiliki Sertifikat Lulus Sensor.
  • Hindari penyebaran klip atau cuplikan film yang belum terverifikasi.
  • Jika menemukan konten yang meragukan, laporkan kepada pihak berwenang atau platform penyedia layanan.
  • Gunakan media sosial secara bertanggung jawab, hindari penyebaran hoaks atau rumor.

Film “Pesta Babi” mengangkat tema yang sensitif terkait praktik penyembelihan babi dalam konteks budaya tertentu, yang dianggap menyinggung sebagian kelompok masyarakat. Kontroversi ini menambah deretan kasus film yang menuai protes karena dinilai melanggar norma kesopanan dan nilai-nilai keagamaan.

Pihak Kodam Cenderawasih menutup pernyataannya dengan harapan agar proses sensor dapat berjalan transparan dan cepat, sehingga publik tidak berada dalam ketidakpastian informasi. Sementara itu, TNI Papua menegaskan komitmennya untuk melindungi moralitas bangsa serta mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menunggu keputusan resmi sebelum mengonsumsi konten yang berpotensi menimbulkan kontroversi.