KNKT Ungkap Dua Faktor Maraknya Kecelakaan dari Kendaraan Niaga

LintasWarganet.com – 18 April 2026 | Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) baru-baru ini mengungkap dua penyebab utama yang menjadi pemicu tingginya angka kecelakaan melibatkan kendaraan niaga di seluruh wilayah Indonesia. Penelitian ini dilakukan setelah serangkaian insiden fatal menimbulkan keprihatinan publik dan menuntut langkah preventif yang lebih tegas.

Berikut adalah faktor-faktor yang diidentifikasi oleh KNKT:

  • Kondisi mekanis kendaraan yang tidak layak. Banyak kendaraan niaga, terutama truk dan bus, beroperasi dengan umur pakai yang sudah melewati batas aman atau tanpa perawatan berkala yang memadai. Kerusakan pada sistem rem, suspensi, atau lampu penerangan sering kali tidak terdeteksi sampai terjadi kegagalan di jalan.
  • Kelalaian pengemudi dalam menerapkan prinsip keselamatan. Faktor manusia masih menjadi kontributor signifikan, termasuk mengemudi dengan kecepatan berlebih, kelelahan akibat jam kerja panjang, serta kurangnya pemahaman atau kepatuhan terhadap aturan lalu lintas yang berlaku.

Data yang dikumpulkan KNKT menunjukkan bahwa lebih dari setengah kecelakaan kendaraan niaga dalam enam bulan terakhir terkait langsung dengan salah satu atau kombinasi kedua faktor tersebut. Hal ini menegaskan perlunya tindakan korektif yang bersifat menyeluruh, baik dari sisi regulasi maupun edukasi.

Untuk mengurangi risiko, KNKT merekomendasikan beberapa langkah strategis, antara lain:

  1. Penegakan inspeksi teknis berkala yang lebih ketat, dengan sanksi tegas bagi operator yang melanggar standar keselamatan.
  2. Peningkatan program pelatihan dan sertifikasi pengemudi, termasuk penekanan pada manajemen kelelahan dan kepatuhan terhadap batas kecepatan.
  3. Penerapan teknologi bantuan mengemudi (driver assistance systems) pada armada niaga baru, guna mengurangi kemungkinan kesalahan manusia.

Implementasi rekomendasi tersebut diharapkan dapat menurunkan angka kecelakaan secara signifikan dan meningkatkan rasa aman bagi seluruh pengguna jalan.