LintasWarganet.com – 25 Mei 2026 | New York Knicks menorehkan keunggulan historis 3-0 atas Cleveland Cavaliers dalam Eastern Conference Finals 2026 setelah mengamankan kemenangan 121-108 di Game 3. Dengan rangkaian sepuluh kemenangan beruntun di playoff, tim asal Manhattan berada selangkah lebih dekat untuk menggapai Final NBA pertama sejak tahun 1999.
Penampilan Jalen Brunson menjadi sorotan utama; ia mencetak 30 poin, menambah tiga rebound, dan enam assist. Di sampingnya, Mikal Bridges menyumbang 22 poin dengan efisiensi tinggi, sementara OG Anunoby menambah 21 poin serta tujuh rebound. Kontribusi dari Karl-Anthony Towns (13 poin, delapan rebound, tujuh assist) dan Landry Shamet (14 poin off the bench) melengkapi catatan ofensif yang mengesankan.
Dominasi Statistik yang Mengesankan
Sepuluh kemenangan berturut‑turut yang diraih Knicks mencatat selisih total 225 poin – rekor selisih tertinggi dalam satu rentang sepuluh pertandingan playoff. Efek lapangan tembakan (effective field goal percentage) tim mencapai 59,3%, didukung oleh empat dari lima starter yang menembak di atas 50% dari lapangan. Dari sisi tiga angka, OG Anunoby (51% dari 27 tembakan) dan Landry Shamet (55% dari 31 tembakan) menunjukkan akurasi luar biasa.
Kualitas tembakan tim mencapai 56% dari lapangan, 39% dari jarak tiga poin, dan 89% dari garis bebas. Knicks juga mencatat rasio assist‑turnover 27‑14, menandakan penguasaan bola yang solid.
Perbandingan dengan Tim-Tim Legendaris
Sepuluh kemenangan beruntun menempatkan Knicks sejajar dengan beberapa tim legendaris: Golden State Warriors (2017, 15 kemenangan), San Antonio Spurs (1999, 12 kemenangan), Los Angeles Lakers (2001, 11 kemenangan) dan Lakers 1989 (11 kemenangan). Tiga di antara empat tim tersebut berhasil mengangkat trofi juara, menambah beban harapan pada skuad New York.
Kelemahan Cavs yang Terbongkar
Cleveland Cavaliers berjuang keras namun tidak mampu menahan serangan berlapis Knicks. Donovan Mitchell mencetak 23 poin, Evan Mobley 24 poin, namun tembakan tiga angka tim hanya berada di bawah 40% dan terjadi 22 turnover. Penurunan performa menembak tiga poin menjadi faktor kunci yang memicu kekalahan mereka.
Selain itu, pertahanan Cavs tampak lemah pada fase awal pertandingan; Knicks berhasil memimpin dengan selisih lebih dari 20 poin pada kuarter pertama di dua pertandingan penutup sebelumnya. Statistik menunjukkan Cavaliers tertinggal dua digit pada kuarter pertama dalam 11 dari 17 pertandingan playoff mereka.
Strategi Knicks yang Membuat Lawan Kesulitan
Knicks memanfaatkan kombinasi ball‑screen yang dipimpin oleh Jalen Brunson dan Donovan Mitchell. Dalam dua pertandingan terakhir, mereka menciptakan 21 screen untuk Brunson, menghasilkan 25 poin dari 19 peluang. Penggunaan pemain cadangan seperti Josh Hart dan Miles McBride menambah kedalaman serangan, sementara pertahanan perimeter dipimpin oleh Anunoby dan Bridges yang berhasil menahan lawan.
Prospek Game 4 dan Prediksi Ahli
Game 4 dijadwalkan di Rocket Arena pada Senin malam, pukul 20.00 ET. Simulasi 10.000 kali yang dilakukan oleh platform prediksi Dimers menunjukkan Knicks memiliki peluang 58% untuk menang, menegaskan keunggulan statistik mereka. Para analis menekankan bahwa Cavaliers harus memperbaiki pertahanan dan mengembalikan akurasi tembakan tiga angka jika ingin menghindari kebobolan 3‑0.
Jika Knicks berhasil menutup seri dengan sweep, mereka akan melaju ke Final NBA untuk pertama kalinya dalam 27 tahun, menantikan pertarungan melawan juara Barat yang masih belum terungkap.
Kesimpulannya, kombinasi kekuatan ofensif yang merata, pertahanan yang konsisten, serta sejarah kemenangan panjang menjadikan New York Knicks sebagai kandidat kuat untuk melanjutkan penampilan mereka ke babak final dan menulis ulang sejarah franchise.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet