LintasWarganet.com – 13 April 2026 | Partai Golkar menegaskan bahwa penilaian atas kinerja Menteri Bahlil Lahadalia di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) didasarkan pada fakta nyata mengenai ketersediaan energi nasional. Dalam pernyataan resmi, Golkar menolak tudingan bahwa pemerintah mengabaikan tantangan energi, sekaligus menyoroti pencapaian yang telah dicapai sejak Bahlil menjabat.
| Indikator | Nilai |
|---|---|
| Produksi Listrik (GWh) | 123.456 |
| Cadangan Gas Alam (bcm) | 2.5 |
| Rasio Energi Terbarukan (%) | 15 |
Selain data kuantitatif, Golkar menyoroti kebijakan transisi energi yang telah digulirkan. Kebijakan tersebut mencakup beberapa pilar utama:
- Pengembangan energi terbarukan melalui insentif investasi dan penyederhanaan perizinan.
- Peningkatan efisiensi energi di sektor industri dan bangunan publik.
- Dukungan bagi swasta dan BUMN dalam proyek infrastruktur energi bersih.
Beberapa pihak di arena politik menanggapi pernyataan Golkar dengan sikap kritis, namun mayoritas mengakui bahwa tantangan energi masih memerlukan upaya terkoordinasi antara pemerintah, legislatif, dan swasta. Dalam sidang DPR, anggota Komisi ESDM menanyakan langkah konkret yang akan diambil untuk menutup kesenjangan antara target energi terbarukan dengan realisasi di lapangan.
Ke depan, Bahlil dan timnya berkomitmen untuk memperkuat jaringan listrik, memperluas akses energi di daerah terpencil, dan meningkatkan rasio energi terbarukan menjadi 23% pada tahun 2027. Golkar menegaskan dukungan politiknya selama proses tersebut, selama kebijakan tetap berlandaskan data dan fakta lapangan.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet