LintasWarganet.com – 12 Juni 2026 | Guadalajara, Meksiko – Pada laga pembuka Grup A Piala Dunia FIFA 2026, Korea Selatan berhasil melakukan comeback spektakuler melawan Republik Ceko dengan skor akhir 2-1. Kemenangan ini tidak lepas dari peran krusial kiper senior Kim Seung-gyu yang melakukan dua penyelamatan berjarak penuh setelah timnya unggul.
Babak pertama berlangsung relatif tenang. Korea Selatan menguasai bola (62% penguasaan) dan menciptakan beberapa peluang lewat Son Heung-min, Lee Jae-sung, serta Lee Kang-in, namun semua tembakan mereka dibendung oleh kiper Ceko, Matej Kovar. Hingga jeda, skor masih 0-0.
Detik-detik Penyelamatan Kim Seung-gyu
Pada menit ke-59, Ceko mengambil inisiatif lewat lemparan panjang Vladimir Coufal yang diikuti sundulan Ladislav Krejci. Bola meluncur tepat ke sudut gawang, namun Kim Seung-gyu gagal menangkisnya; gol Krejci menjadi poin pertama bagi Ceko.
Delapan menit kemudian, Hwang In-beom menyeimbangkan kedudukan dengan tendangan chip yang menembus pertahanan Ceko. Tidak lama setelah itu, pada menit ke-80, Oh Hyeon-gyu mencetak gol penentu kemenangan setelah menerima umpan terobosan dari Paik Seung-ho.
Setelah Korea Selatan memimpin, tekanan Ceko meningkat. Pada menit ke-82, Adam Hlozek hampir memperkecil selisih lewat tembakan ke arah gawang, namun Kim Seung-gyu melakukan tekel kaki yang tepat, menahan bola melewati garis gawang. Menjelang akhir pertandingan, pada waktu tambahan, Michal Sadilek melepaskan tembakan cepat, namun Kim kembali melakukan penyelamatan dramatis dengan meluncur ke kanan dan menepis bola.
- Penjagaan pertama: gagal menghentikan sundulan Krejci (menit 59).
- Penyelamatan kedua: menepis tembakan Hlozek (menit 82).
- Penyelamatan ketiga: menepis tembakan Sadilek pada waktu tambahan.
Statistik pertandingan menunjukkan Korea Selatan mencatat 15 tembakan, 7 di antaranya mengarah ke gawang, sementara Ceko hanya 8 tembakan dengan 4 tepat sasaran. Tim Korea menyelesaikan 473 operan dengan akurasi 87%, jauh di atas Ceko yang mencatat 314 operan dengan akurasi 70%.
Penampilan Kim Seung-gyu menjadi sorotan utama setelah ia sempat terancam memberi gol pada menit pertama fase kedua. Penyegarannya setelah gol Krejci dan aksi-aksi penyelamatan berikutnya menegaskan peranannya sebagai benteng terakhir tim.
Selain Kim, Hwang In-beom menjadi motor serangan, mencetak gol penyamakan dan memberikan assist kepada Oh Hyeon-gyu. Son Heung-min, yang kini menjadi pemain kedua yang tampil dalam empat edisi Piala Dunia (2014‑2026), terus menjadi ancaman utama meski belum berhasil menambah angka pada laga ini.
Kemenangan 2-1 ini menambah poin penting bagi Korea Selatan di fase grup, membuka peluang besar untuk melaju ke babak knockout. Tim asuhan pelatih Hong Myung‑bo menunjukkan ketangguhan mental dan kemampuan bangkit dari ketinggalan, dua kualitas yang sangat dibutuhkan dalam turnamen bergengsi.
Secara keseluruhan, pertandingan ini menegaskan bahwa Kim Seung-gyu, meski sempat mengalami kesulitan pada fase awal, berhasil mengubah narasi menjadi kisah heroik. Penyelamatan-penyelamatan tersebut tidak hanya menyelamatkan timnya, tetapi juga menginspirasi rekan-rekannya untuk terus menyerang dan meraih tiga poin berharga pada pembukaan Piala Dunia 2026.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet