LintasWarganet.com – 14 Juni 2026 | Pelatih timnas Jepang, Hajime Moriyasu, berada di pusat sorotan internasional setelah mengambil keputusan berat yang memengaruhi perjalanan tim di Piala Dunia 2026. Kapten sekaligus gelandang Liverpool, Wataru Endo, harus dikeluarkan dari skuad karena cedera kaki kiri yang tidak memungkinkan ia bermain secara optimal selama turnamen. Keputusan tersebut diungkapkan Moriyasu dalam konferensi pers di Arlington, Texas, menjelang pembukaan grup F melawan Belanda.
Endo, yang berusia 33 tahun, sempat melakukan pemanasan sebelum laga kualifikasi melawan Indonesia pada November 2024, namun cedera pada kaki kirinya kembali menghambat pemulihannya. Setelah menjalani operasi pada Februari 2026, pemain tersebut kembali tampil singkat pada laga persahabatan melawan Islandia pada akhir Mei, namun masih terasa ketidakstabilan pada kaki. Tim medis Jepang memberikan penilaian bahwa Endo tidak akan mampu menempuh 90 menit penuh dalam setiap pertandingan Piala Dunia, sehingga Moriyasu memutuskan untuk meniadakannya demi kepentingan tim.
Motivasi dan Strategi Moriyasu Menjelang Piala Dunia
Meski kehilangan kapten, Moriyasu menegaskan bahwa Jepang masuk ke turnamen dengan persiapan matang. Ia menyebut kemenangan penting atas Inggris dan Islandia pada fase persahabatan sebagai modal mental dan taktik. “Tujuan kami di Piala Dunia ini adalah untuk menang, dan ini bukan sekadar mimpi. Ini mimpi yang bisa diwujudkan,” ujar Moriyasu dalam wawancara yang disiarkan di kanal YouTube resmi FIFA.
Strategi tim mengedepankan fleksibilitas taktik. Selama tiga setengah tahun terakhir, Moriyasu berusaha mengembangkan gaya bermain yang lebih proaktif, belajar dari pengalaman Qatar 2022 ketika Jepang tertekan oleh Jerman dan Spanyol pada awal pertandingan. “Kami memiliki taktik dasar, namun kini pemain memiliki banyak opsi yang diberikan pelatih. Kami tidak hanya mengekspresikan gaya permainan kami, tetapi juga melakukan hal yang tidak disukai lawan,” jelasnya.
Selain perubahan taktik, Moriyasu juga menyoroti keberhasilan tim dalam mengalahkan tim-tim besar seperti Brasil di kandang dan Inggris di luar negeri sejak Oktober tahun lalu. “Kami tidak lagi mengharapkan lawan peringkat lebih tinggi menurunkan intensitas mereka. Mereka akan mengkaji kami secara mendalam, dan kami siap menanggapi,” tambahnya.
Kepemimpinan Baru dan Dampak Penggantian
Setelah Endo mengundurkan diri, koitakushi Ko Itakura, pemain Ajax, ditunjuk menjadi kapten baru. Sementara itu, penyerang Borussia Mönchengladbach, Shuto Machino, masuk sebagai pengganti di daftar pemain. Moriyasu mengakui beratnya keputusan tersebut, bahkan mengungkapkan perasaan bersalah karena harus menyampaikan kabar buruk kepada Endo dan keluarganya.
“Saya merasa sangat buruk ketika memberi tahu Wataru. Saya tidak bisa mengetahui apa yang ia rasakan, namun ia menerima keputusan dengan tenang dan profesional,” kata Moriyasu dengan nada emosional di Dallas, Texas. Ia menambahkan permintaan maafnya kepada keluarga Endo serta para pendukung yang merasakan luka yang sama.
Harapan Jepang di Grup F
Grup F Piala Dunia 2026 mempertemukan Jepang dengan Belanda, serta dua tim lain yang belum disebutkan dalam laporan. Moriyasu menilai lawan Belanda sebagai tim peringkat delapan dunia yang kuat namun tidak tak terkalahkan. “Kami menghormati mereka karena telah mencapai hasil baik dalam beberapa tahun terakhir. Namun, kami percaya Jepang memiliki stamina fisik untuk bermain penuh 90 menit dan memanfaatkan ruang-ruang yang terbuka,” ujar pelatih Jepang.
Para pemain pun menunjukkan semangat yang sama. Mereka menyadari bahwa tanpa Endo, tanggung jawab di lini tengah harus diambil oleh pemain lain, namun mereka siap mengisi kekosongan tersebut dengan kerja keras dan kebersamaan.
Keputusan Moriyasu untuk menyingkirkan Endo menimbulkan perdebatan, namun sebagian besar analis sepak bola menilai langkah itu sebagai pilihan pragmatis demi menjaga kestabilan skuad selama turnamen yang padat. Dengan taktik yang lebih fleksibel, pemain muda yang siap mengisi peran, dan semangat juang yang tinggi, Jepang menargetkan penampilan yang dapat menggetarkan dunia sepak bola.
Meski tantangan besar menanti, Moriyasu tetap optimis. “Kami akan memperlihatkan progres terbaru Jepang pada pertandingan melawan Belanda. Kami ingin membuktikan bahwa Samurai Biru bukan sekadar peserta, melainkan ancaman nyata bagi setiap lawan,” pungkasnya. Dengan tekad kuat dan persiapan matang, Jepang siap menulis bab baru dalam sejarah Piala Dunia, meski harus melangkah tanpa kapten mereka yang terhormat.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet