LintasWarganet.com – 17 Juni 2026 | Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa Gerakan Pangan Murah (GPM) akan terus digalakkan meski tingkat inflasi beras tetap berada pada level yang terkendali. Pernyataan tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi bersama kementerian terkait dan perwakilan asosiasi beras pada hari Selasa, 16 Juni 2024.
Beberapa langkah strategis yang dijelaskan antara lain:
- Memperluas jaringan distributor GPM melalui kerja sama dengan lebih banyak pedagang eceran dan pasar tradisional.
- Meningkatkan alokasi anggaran subsidi beras untuk memperkuat stok di gudang-gudang daerah.
- Melakukan pemantauan harga beras harian secara real time menggunakan aplikasi berbasis data.
- Menjalin sinergi dengan Kementerian Pertanian dalam rangka optimalisasi produksi dan pasokan padi domestik.
Data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa inflasi beras pada kuartal pertama 2024 berada pada angka 2,1 persen, lebih rendah dibandingkan 2,8 persen pada kuartal sebelumnya. Meskipun demikian, fluktuasi harga di beberapa provinsi masih terasa, terutama di wilayah Jawa Barat dan Sumatera Utara.
Andi Amran menambahkan bahwa GPM tidak hanya berfokus pada penurunan harga, tetapi juga pada peningkatan kualitas beras yang dijual kepada konsumen. “Kita harus memastikan beras yang masuk ke pasar murah tetap memenuhi standar mutu, sehingga konsumen tidak mengorbankan kesehatan demi harga,” tegasnya.
Untuk ke depan, Bapanas berencana memperkenalkan program “Beras Murah Berkualitas” yang mengintegrasikan sertifikasi mutu, pelabelan transparan, dan mekanisme penyaluran yang lebih efisien. Program ini diharapkan dapat menurunkan harga beras rata-rata sebesar 5-7 persen dalam jangka waktu enam bulan ke depan.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet