Kenang Juwono Sudarsono, Hendropriyono: Dia Sipil tapi Jiwanya Militan
Kenang Juwono Sudarsono, Hendropriyono: Dia Sipil tapi Jiwanya Militan

Kenang Juwono Sudarsono, Hendropriyono: Dia Sipil tapi Jiwanya Militan

LintasWarganet.com – 29 Maret 2026 | Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), A.M. Hendropriyono, mengunjungi rumah duka mantan Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono di Jalan Alam Asri VII, Jakarta Selatan, pada Sabtu malam, 28 Maret 2026. Kedatangan Hendropriyono menandai penghormatan atas jasa-jasa Sudarsono yang selama lebih dari tiga dekade mengabdi pada keamanan dan pertahanan negara.

Dalam sambutan singkatnya, Hendropriyono menekankan bahwa meskipun Juwono dikenal sebagai sosok sipil, “jiwa militannya tetap kuat”. Ia menambahkan bahwa keberanian dan dedikasi Sudarsono dalam menghadapi tantangan strategis, baik di dalam negeri maupun di arena internasional, mencerminkan mentalitas prajurit meski tidak pernah memegang pangkat militer.

Berikut rangkuman singkat karier Juwono Sudarsono:

  • 1979–2083: Menteri Pertahanan ke-25 Republik Indonesia.
  • 1985–1990: Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman.
  • 1993–1999: Duta Besar Indonesia untuk Jepang.
  • 2001–2005: Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (DPP) pada masa reformasi.

Hendropriyono juga mengingat beberapa momen penting yang melibatkan Sudarsono, antara lain upaya modernisasi alutsista pada akhir 1970-an, serta peran strategis dalam negosiasi damai di wilayah Asia Tenggara. “Sikapnya yang tegas dan selalu mengutamakan kepentingan negara menjadikannya figur yang tak tergantikan dalam sejarah pertahanan Indonesia,” ujar Hendropriyono.

Acara melayat berlangsung sederhana, dihadiri keluarga dekat, rekan-rekan politik, serta perwakilan institusi pertahanan. Meskipun suasana duka, para hadirin menekankan warisan nilai-nilai integritas, loyalitas, dan semangat pelayanan yang selalu dijaga oleh Juwono Sudarsono.

Kepergian Juwono Sudarsono meninggalkan kekosongan yang sulit diisi. Namun, melalui kenangan dan penghormatan seperti yang disampaikan Hendropriyono, semangat militernya tetap hidup dalam setiap kebijakan pertahanan yang berlandaskan pada prinsip kebangsaan.