LintasWarganet.com – 30 Maret 2026 | Jenderal Kepala Staf (KAS) TNI dan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia pada Rabu (30 Maret 2024) mengonfirmasi bahwa satu prajurit Angkatan Darat yang ditempatkan dalam misi penjaga perdamaian PBB di Lebanon telah gugur akibat serangan udara yang dilancarkan Israel di wilayah selatan Lebanon.
Pemerintah Indonesia mengecam keras tindakan militer Israel tersebut, menuntut agar penyelidikan independen dilakukan secara transparan dan menyeluruh. Dalam pernyataan tertulis, Kemlu menegaskan bahwa Indonesia selalu mendukung upaya diplomatik untuk menghentikan kekerasan di kawasan Timur Tengah dan menolak segala bentuk agresi yang dapat membahayakan pasukan perdamaian.
- Indonesia mengingatkan bahwa pasukan UNIFIL memiliki mandat untuk memelihara stabilitas di perbatasan Lebanon‑Israel.
- Pemerintah menuntut Israel menghentikan semua operasi militer yang dapat menimbulkan korban di antara pasukan penjaga perdamaian.
- Keluarga prajurit yang gugur dijamin mendapatkan dukungan penuh dari negara.
Reaksi dalam negeri juga menguatkan posisi pemerintah. Beberapa organisasi kemasyarakatan dan tokoh politik menyerukan agar pemerintah meningkatkan upaya diplomatik, termasuk mengajukan pertanyaan kepada Dewan Keamanan PBB mengenai insiden ini.
Sementara itu, TNI mengirimkan tim pendamping untuk mengevakuasi korban serta membantu proses identifikasi jenazah. Pemerintah berjanji akan terus memantau situasi di Lebanon dan memberikan bantuan kepada keluarga korban serta memastikan tidak ada penurunan semangat dalam melaksanakan misi perdamaian.
Insiden ini menambah tekanan pada hubungan Israel‑Indonesia, yang selama ini belum memiliki hubungan diplomatik resmi. Pemerintah menegaskan kembali komitmennya terhadap prinsip non‑intervensi serta dukungan terhadap penyelesaian damai konflik di Timur Tengah.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet