Kemhan Pamerkan Personel 3 Matra TNI dengan Kemampuan Kendali Drone Tempur
Kemhan Pamerkan Personel 3 Matra TNI dengan Kemampuan Kendali Drone Tempur

Kemhan Pamerkan Personel 3 Matra TNI dengan Kemampuan Kendali Drone Tempur

LintasWarganet.com – 05 Juni 2026 | Pemerintah Kementerian Pertahanan (Kemhan) menggelar demonstrasi khusus yang menonjolkan kemampuan personel tiga matra Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam mengoperasikan drone tempur canggih. Acara yang berlangsung di Pangkalan Angkatan Darat Cilangkap, Jakarta, menampilkan latihan bersama personel Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara yang masing‑masing mengendalikan platform udara tak berawak (UAV) berperan dalam operasi tempur modern.

Demonstrasi difokuskan pada tiga aspek utama: penguasaan sistem kontrol, integrasi data intelijen, serta koordinasi lintas matra dalam skenario pertempuran simulasi. Setiap matra memperlihatkan jenis drone yang berbeda sesuai dengan kebutuhan operasional masing‑masing.

Matra Jenis Drone Tempur Fungsi Utama
Angkatan Darat IA‑UAV “Harimau” Pengintaian taktis, penyerangan target darat dengan munisi presisi
Angkatan Laut Sea‑Drone “Garuda” Pengawasan wilayah perairan, anti‑kapal kecil, dukungan operasi maritim
Angkatan Udara Sky‑Strike “Eagle” Operasi udara tinggi, serangan cepat, integrasi dengan sistem pertahanan udara

Berikut rangkuman poin‑poin penting yang ditunjukkan selama acara:

  • Personel berhasil mengendalikan drone melalui stasiun kontrol darat dan perangkat mobile, memperlihatkan fleksibilitas jaringan komunikasi.
  • Data sensor real‑time dari masing‑mata drone diintegrasikan ke pusat komando, memungkinkan keputusan taktis dalam hitungan detik.
  • Latihan lintas matra menunjukkan sinergi yang kuat; misalnya, data pengintaian dari drone Angkatan Laut langsung diproses oleh tim intelijen Angkatan Udara untuk penargetan cepat.
  • Penggunaan teknologi enkripsi tingkat tinggi menjamin keamanan transmisi data, mengurangi risiko gangguan siber.

Komandan Pusat Pengembangan Drone TNI, Letnan Kolonel Budi Santoso, menyatakan bahwa demonstrasi ini merupakan langkah konkret menuju modernisasi kemampuan tempur TNI. Ia menambahkan bahwa program pelatihan intensif akan terus diperluas, mencakup simulasi AI‑assisted decision‑making dan integrasi dengan sistem pertahanan siber nasional.

Dengan peningkatan kemampuan kendali drone tempur, TNI diharapkan dapat meningkatkan kecepatan respons, akurasi serangan, serta efektivitas dalam operasi gabungan, baik dalam rangka pertahanan wilayah maupun dalam misi internasional.