Kementan dan PU Percepat Pembangunan Irigasi Hadapi Kekeringan di Jawa Tengah
Kementan dan PU Percepat Pembangunan Irigasi Hadapi Kekeringan di Jawa Tengah

Kementan dan PU Percepat Pembangunan Irigasi Hadapi Kekeringan di Jawa Tengah

LintasWarganet.com – 05 April 2026 | Jawa Tengah tengah dilanda ancaman kekeringan yang mengganggu produksi pertanian. Menanggapi situasi tersebut, Kementerian Pertanian (Kementan) dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) berkoordinasi intensif untuk mempercepat pembangunan serta optimalisasi jaringan irigasi di wilayah tersebut.

Sinergi kedua kementerian difokuskan pada tiga prioritas utama:

  • Peningkatan frekuensi tanam melalui penyediaan air irigasi yang stabil.
  • Rehabilitasi dan modernisasi saluran irigasi yang sudah ada.
  • Pembangunan infrastruktur baru di daerah rawan kekeringan.

Program percepatan ini didukung oleh alokasi anggaran khusus yang diumumkan dalam rapat koordinasi pada awal tahun 2024. Rincian anggaran dapat dilihat pada tabel berikut:

Tahun Anggaran Jumlah Anggaran (dalam miliar Rupiah) Sumber Dana
2024 1,200 APBN
2025 1,350 APBN

Target utama yang ingin dicapai meliputi:

  1. Peningkatan luas lahan yang teririgasi sebesar 15% dalam dua tahun ke depan.
  2. Pengurangan dampak kekeringan pada hasil panen utama seperti padi, jagung, dan kedelai.
  3. Peningkatan kesejahteraan petani melalui peningkatan produktivitas dan pendapatan.

Dalam pernyataannya, Menteri Pertanian menegaskan bahwa percepatan pembangunan irigasi bukan hanya sekadar respons terhadap kondisi cuaca, melainkan bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional. Sementara itu, Menteri PU menambahkan bahwa teknologi modern seperti sistem kontrol otomatis dan pemantauan berbasis satelit akan diintegrasikan ke dalam jaringan irigasi baru untuk meningkatkan efisiensi penggunaan air.

Implementasi program ini dijadwalkan dimulai pada kuartal kedua 2024 dengan pelaksanaan proyek percontohan di tiga kabupaten yang paling terdampak kekeringan. Seluruh proses akan diawasi oleh tim gabungan Kementan‑PU yang melibatkan para ahli hidrologi, perencana wilayah, dan perwakilan petani setempat.

Dengan langkah konkrit ini, diharapkan Jawa Tengah dapat mengurangi risiko gagal panen akibat kekeringan, sekaligus memperkuat ketahanan pangan regional dan nasional.