Kementan dan ITS Perkuat Hilirisasi Energi serta Pengembangan Alsintan Nasional

LintasWarganet.com – 19 April 2026 | Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menandatangani nota kesepahaman untuk memperkuat upaya hilirisasi energi terbarukan dan pengembangan alat serta mesin pertanian (alsintan) secara nasional. Kesepakatan ini mencakup penelitian bersama, pengujian prototipe, serta penyediaan fasilitas produksi yang berkelanjutan.

Program utama meliputi:

  • Pemanfaatan limbah pertanian untuk produksi bioenergi, seperti biogas dan biodiesel.
  • Pengembangan mesin pertanian berteknologi tinggi yang ramah lingkungan dan hemat energi.
  • Pembentukan pusat inovasi di kampus ITS untuk mendukung start‑up agritech.
  • Pelatihan tenaga kerja pertanian dalam penggunaan dan perawatan alsintan modern.

Dalam rapat bersama, Menteri Pertanian menekankan pentingnya mengurangi ketergantungan pada energi fosil serta meningkatkan produktivitas sektor pertanian melalui teknologi canggih. Sementara rektor ITS menambahkan bahwa kolaborasi ini akan membuka peluang riset multidisiplin, mengintegrasikan ilmu agronomi, rekayasa mesin, dan teknologi informasi.

Target jangka pendek mencakup demonstrasi pilot plant bioenergi di tiga provinsi kunci pada akhir 2025, sementara target jangka menengah menargetkan peningkatan kapasitas produksi bioenergi nasional sebesar 15 % pada 2028. Untuk alsintan, diharapkan produksi mesin pertanian berbasis teknologi digital meningkat 20 % dalam lima tahun ke depan.

Kerjasama ini juga diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia dalam rantai nilai pertanian global, mengurangi impor alat pertanian, serta menciptakan lapangan kerja baru di sektor teknologi pertanian.