Kemensos Ajukan Penambahan 5.000 Guru Sekolah Rakyat untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan

LintasWarganet.com – 23 April 2026 | Kementerian Sosial (Kemensos) baru-baru ini mengajukan usulan penambahan lebih dari 5.000 formasi guru dan 4.000 tenaga kependidikan di Sekolah Rakyat. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat kualitas pendidikan di daerah‑daerah yang masih mengalami kekurangan tenaga pengajar.

Usulan tersebut diajukan dalam rapat koordinasi antar kementerian yang membahas program peningkatan mutu pendidikan dasar. Menurut data internal Kemensos, terdapat sekitar 1,2 juta siswa di Sekolah Rakyat yang masih mengandalkan guru dengan beban kerja berlebih.

Beberapa faktor yang melatarbelakangi penambahan formasi antara lain:

  • Rasio guru‑siswa yang masih di atas standar nasional (1:30).
  • Kekurangan tenaga kependidikan yang berpengalaman dalam manajemen sekolah.
  • Kebutuhan mendesak untuk meningkatkan akses pendidikan di daerah terpencil.

Kemensos menargetkan agar tambahan formasi ini dapat diimplementasikan mulai tahun ajaran 2025/2026. Proses rekrutmen akan dilakukan secara terintegrasi dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) serta Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Berikut perkiraan alokasi formasi berdasarkan wilayah:

Wilayah Guru Baru Tenaga Kependidikan
Sumatera 1.200 800
Kalimantan 1.000 600
Sulawesi 900 500
Indonesia Barat 800 500
Indonesia Timur 1.100 600

Jika usulan ini disetujui, total formasi guru di Sekolah Rakyat akan meningkat lebih dari 5.000 posisi, sementara tenaga kependidikan akan bertambah sekitar 4.000 posisi. Pemerintah berharap peningkatan ini dapat menurunkan rasio guru‑siswa menjadi 1:25 dan meningkatkan kualitas pembelajaran secara signifikan.

Pengamat pendidikan menilai langkah ini sebagai respons positif terhadap tantangan pendidikan di era digital, di mana kualitas pengajar menjadi faktor kunci dalam mencetak generasi yang kompetitif.