Kemenko Polkam: Pasukan TNI Bisa Ditarik Jika UNIFIL Tak Mampu Lindungi Prajurit
Kemenko Polkam: Pasukan TNI Bisa Ditarik Jika UNIFIL Tak Mampu Lindungi Prajurit

Kemenko Polkam: Pasukan TNI Bisa Ditarik Jika UNIFIL Tak Mampu Lindungi Prajurit

LintasWarganet.com – 13 Mei 2026 | Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) menyatakan bahwa kehadiran pasukan TNI dalam misi penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa Bangsa di Lebanon (UNIFIL) dapat dipertimbangkan untuk ditarik kembali apabila misi tersebut tidak mampu memberikan perlindungan yang memadai bagi prajurit Indonesia.

Penilaian ini disampaikan oleh Kepala Staf (KAS) Kemenko Polkam, Letnan Jenderal TNI (Purn) M. Hidayat pada konferensi pers yang diadakan pada tanggal tertentu. Ia menegaskan bahwa keberlangsungan penempatan pasukan TNI di luar negeri harus selalu didasarkan pada kemampuan misi untuk menjamin keselamatan personel.

Berikut adalah poin‑poin utama yang disampaikan:

  • UNIFIL bertugas memantau gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah serta melindungi warga sipil di wilayah selatan Lebanon.
  • Pasukan TNI yang ditempatkan di UNIFIL berjumlah sekitar beberapa ratus personel, tersebar di beberapa pos strategis.
  • Jika terjadi peningkatan ancaman atau kegagalan UNIFIL dalam melindungi prajurit, Kemenko Polkam berhak meninjau kembali penempatan tersebut.
  • Keputusan penarikan tidak akan bersifat sepihak; akan melibatkan koordinasi dengan pemerintah Lebanon, Sekretariat Jenderal PBB, dan kementerian terkait di Indonesia.

Reaksi dari pihak lain mencerminkan keprihatinan atas situasi keamanan di perbatasan Israel‑Lebanon. Beberapa analis menilai bahwa ketegangan yang meningkat dapat menimbulkan risiko bagi personel multinasional yang berada di zona konflik.

Selain aspek keamanan, Kemenko Polkam juga menyoroti pentingnya efektivitas misi UNIFIL dalam mendukung proses perdamaian jangka panjang. Jika misi tersebut tidak dapat menegakkan stabilitas, maka alokasi sumber daya militer Indonesia dapat diarahkan ke prioritas lain yang lebih strategis.

Keputusan akhir mengenai penarikan pasukan TNI akan disampaikan setelah evaluasi menyeluruh dan konsultasi dengan mitra internasional. Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus berpartisipasi dalam operasi perdamaian, selama kondisi keamanan memungkinkan dan kepentingan nasional terjaga.