Kemenko Pangan Tekankan Petani sebagai Kunci Transformasi Pertanian Rendah Emisi

LintasWarganet.com – 24 Juni 2026 | Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan) menegaskan bahwa petani harus menjadi pelaku utama dalam upaya transformasi sektor pertanian menuju rendah emisi karbon. Pernyataan tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi yang dihadiri pejabat kementerian, perwakilan asosiasi petani, serta pakar pertanian.

Transformasi rendah emisi mencakup penerapan teknologi ramah lingkungan, pengelolaan tanah yang berkelanjutan, serta diversifikasi tanaman yang mampu menyerap lebih banyak karbon. Kemenko Pangan menargetkan penurunan emisi sektor pertanian sebesar 30% pada tahun 2030 dibandingkan tingkat 2020.

Langkah strategis yang diusulkan

  • Peningkatan adopsi praktik pertanian konservasi, seperti penanaman penutup tanah dan rotasi tanaman.
  • Pemanfaatan pupuk organik serta pengurangan penggunaan pupuk kimia berlebihan.
  • Penerapan sistem irigasi efisien untuk mengurangi konsumsi air dan energi.
  • Penggunaan mesin pertanian berbasis tenaga listrik atau bahan bakar bersih.
  • Pelatihan intensif bagi petani tentang manajemen emisi dan mitigasi perubahan iklim.

Target dan indikator kunci

Indikator Target 2025 Target 2030
Penurunan Emisi CO2e per hektar 15% dibanding 2020 30% dibanding 2020
Persentase lahan dengan praktik konservasi 40% total lahan pertanian 70% total lahan pertanian
Persentase penggunaan pupuk organik 35% total pemupukan 60% total pemupukan

Pejabat Kemenko Pangan menambahkan bahwa keberhasilan transformasi ini sangat tergantung pada partisipasi aktif petani. “Kami akan menyediakan bantuan teknis, akses pembiayaan, serta insentif fiskal bagi petani yang menerapkan praktik rendah emisi,” ujarnya.

Beberapa tantangan yang diidentifikasi meliputi keterbatasan pengetahuan petani, biaya investasi awal untuk teknologi bersih, dan kebutuhan akan infrastruktur pasar yang mendukung produk pertanian berkelanjutan. Untuk mengatasi hal tersebut, kementerian berencana mengintegrasikan program subsidi, kemitraan dengan lembaga keuangan, serta kampanye edukasi massal.

Jika target tercapai, diharapkan sektor pertanian Indonesia tidak hanya berkontribusi pada mitigasi perubahan iklim, tetapi juga meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan petani melalui produksi yang lebih efisien dan berkelanjutan.