Kemenkes Perkuat Deteksi Dini Preeklamsia Berbasis Teknologi

LintasWarganet.com – 22 April 2026 | Kementerian Kesehatan (Kemenkes) kembali menegaskan komitmennya dalam upaya menurunkan angka kematian ibu melahirkan dengan memperkuat deteksi dini preeklamsia melalui pemanfaatan teknologi modern. Preeklamsia, kondisi hipertensi yang muncul pada kehamilan, dapat berujung pada komplikasi serius bagi ibu dan janin bila tidak terdeteksi dan ditangani secara cepat.

Program baru ini mencakup tiga pilar utama: digitalisasi data kehamilan, penggunaan aplikasi seluler untuk pemantauan tekanan darah, serta integrasi kecerdasan buatan (AI) dalam analisis risiko. Berikut rincian masing‑masing pilar:

  • Aplikasi Mobile: Wanita hamil dapat mencatat tekanan darah, berat badan, dan gejala lain secara real‑time. Data otomatis terkirim ke sistem Kemenkes untuk dianalisis.
  • Platform Web Terpusat: Fasilitas kesehatan dapat mengakses riwayat lengkap pasien, memantau tren vital, dan memberi peringatan dini bila nilai melebihi ambang batas.
  • AI Risk Scoring: Algoritma berbasis machine learning memproses data historis dan faktor risiko individu untuk menghasilkan skor prediksi preeklamsia, sehingga tenaga medis dapat melakukan intervensi lebih awal.

Implementasi program dimulai di 20 provinsi dengan tingkat kejadian preeklamsia tertinggi. Tenaga medis dilatih selama dua minggu untuk mengoperasikan sistem, sementara sosialisasi kepada masyarakat dilakukan melalui posyandu dan media sosial pemerintah.

Keberhasilan program akan dipantau melalui indikator seperti jumlah wanita hamil yang terdaftar di aplikasi, persentase kasus preeklamsia yang terdiagnosis sebelum 20 minggu kehamilan, dan penurunan angka kematian ibu terkait komplikasi hipertensi.