LintasWarganet.com – 11 Mei 2026 | Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menegaskan bahwa sektor kehutanan dan lahan berperan penting dalam menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK) Indonesia, menyumbang sekitar 60 persen dari total penurunan yang tercatat pada periode terakhir.
Data resmi yang dirilis kementerian menunjukkan bahwa upaya restorasi hutan, perlindungan lahan gambut, serta program penanaman kembali pohon secara masif telah menghasilkan penurunan signifikan pada emisi CO2 dan metana. Ini sejalan dengan komitmen Indonesia dalam Perjanjian Paris untuk mengurangi intensitas emisi.
| Sektor | Kontribusi Penurunan GRK (%) |
|---|---|
| Kehutanan & Lahan | 60 |
| Energi | 20 |
| Transportasi | 15 |
| Industri | 5 |
Berbagai kebijakan strategis telah diterapkan, antara lain:
- Penetapan zona merah pada lahan gambut untuk mencegah pembakaran.
- Program “One Million Trees” yang menargetkan penanaman satu juta pohon setiap tahun.
- Peningkatan pengawasan dan penegakan hukum terhadap illegal logging.
- Pengembangan skema kredit karbon bagi perusahaan yang berkontribusi pada pelestarian hutan.
Menjawab pertanyaan media, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, termasuk peran serta masyarakat dan sektor swasta, untuk memperkuat upaya mitigasi perubahan iklim.
Ke depan, kementerian berencana memperluas cakupan program rehabilitasi lahan gambut dan meningkatkan pendanaan bagi inisiatif konservasi berbasis komunitas, dengan target penurunan emisi tambahan sebesar 10 persen dalam lima tahun ke depan.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet