LintasWarganet.com – 30 April 2026 | Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) tengah menelaah kemungkinan memperluas skema embarkasi haji tanpa asrama di Bandara Dhoho, Kediri. Inisiatif ini merupakan lanjutan dari program serupa yang telah diterapkan di sejumlah bandara lain, dengan tujuan mempercepat proses keberangkatan jemaah haji dan mengurangi kepadatan di area asrama.
Peninjauan ini melibatkan tim teknis Kemenhaj yang bekerja sama dengan otoritas bandara, operator maskapai, serta perwakilan agen perjalanan haji. Mereka memeriksa aspek logistik, keamanan, serta kesiapan infrastruktur untuk menampung ribuan jemaah secara langsung di terminal keberangkatan.
Beberapa poin utama yang menjadi fokus kajian antara lain:
- Penataan ruang tunggu khusus haji yang dilengkapi fasilitas ibadah dan layanan kesehatan.
- Integrasi sistem check‑in digital untuk mempercepat proses verifikasi dokumen.
- Pengaturan transportasi darat dari titik kumpul ke bandara agar tidak menimbulkan kemacetan.
- Koordinasi dengan maskapai penerbangan untuk menyesuaikan jadwal penerbangan khusus haji.
Jika diterapkan, skema ini diharapkan dapat memberikan manfaat berikut:
- Pengurangan waktu tunggu jemaah sebelum boarding.
- Pengoptimalan penggunaan ruang asrama di wilayah lain yang masih terbatas.
- Peningkatan kepatuhan terhadap protokol kesehatan, terutama dalam situasi pandemi.
- Efisiensi biaya operasional bagi agen perjalanan dan pemerintah.
Kemenhaj menegaskan bahwa keputusan akhir akan didasarkan pada hasil evaluasi lapangan dan masukan dari semua pemangku kepentingan. Pengumuman resmi terkait implementasi skema ini dijadwalkan akan disampaikan dalam beberapa minggu ke depan, menjelang musim haji berikutnya.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet