Kemendikdasmen Respons Cepat Prioritaskan Revitalisasi SDN Tando NTT
Kemendikdasmen Respons Cepat Prioritaskan Revitalisasi SDN Tando NTT

Kemendikdasmen Respons Cepat Prioritaskan Revitalisasi SDN Tando NTT

LintasWarganet.com – 13 April 2026 | Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikdasmen) telah menyiapkan langkah cepat untuk menghidupkan kembali Sekolah Dasar Negeri (SDN) Tando di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang selama ini mengalami kerusakan struktural dan kurangnya fasilitas pembelajaran.

Setelah menerima laporan kondisi kritis SDN Tando, tim khusus Kemendikdasmen melakukan inspeksi lapangan pada awal bulan ini. Hasil inspeksi menunjukkan atap bocor, ruang kelas berdebu, serta tidak tersedianya peralatan belajar modern. Hal tersebut berdampak pada rendahnya motivasi siswa dan menurunnya mutu pendidikan di wilayah tersebut.

Berikut adalah rangkaian tindakan yang telah direncanakan:

  • Pengadaan dana sebesar Rp 12 miliar melalui program Revitalisasi Sekolah Dasar (RSD) yang akan dialokasikan dalam tiga fase.
  • Pengerjaan renovasi struktural meliputi perbaikan atap, dinding, dan lantai selama 45 hari pertama.
  • Penyediaan fasilitas belajar modern, termasuk laboratorium komputer, perpustakaan mini, dan ruang serbaguna dalam 30 hari berikutnya.
  • Pelatihan guru dan staf sekolah tentang penggunaan teknologi pembelajaran selama dua minggu setelah renovasi selesai.
  • Monitoring dan evaluasi berkala selama enam bulan pertama untuk memastikan standar kualitas terpenuhi.

Direktur Jenderal Pendidikan Dasar, Dr. H. Muh. Nizam, menyatakan, “Revitalisasi SDN Tando bukan sekadar memperbaiki bangunan, tetapi juga meningkatkan kualitas pembelajaran bagi anak‑anak di daerah terpencil. Kami berkomitmen menuntaskan proyek ini secepat mungkin agar proses belajar mengajar tidak lagi terhambat.”

Proyek ini diharapkan selesai pada akhir kuartal kedua 2024, sehingga siswa dapat kembali menempuh pendidikan dalam lingkungan yang aman dan nyaman. Selain meningkatkan hasil belajar, revitalisasi ini juga diharapkan dapat menjadi contoh bagi sekolah‑sekolah lain di NTT yang menghadapi tantangan serupa.

Komunitas setempat, termasuk orang tua dan tokoh masyarakat, menyambut baik inisiatif tersebut dan siap berkolaborasi dengan pemerintah dalam pemeliharaan jangka panjang.