Kemendikdasmen: Dulu kelas bocor, kini murid belajar lebih nyaman
Kemendikdasmen: Dulu kelas bocor, kini murid belajar lebih nyaman

Kemendikdasmen: Dulu kelas bocor, kini murid belajar lebih nyaman

LintasWarganet.com – 21 Juni 2026 | Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melaporkan bahwa kondisi ruang kelas di Indonesia telah mengalami perbaikan signifikan setelah program revitalisasi yang diluncurkan beberapa tahun lalu. Dulu, banyak sekolah, terutama di daerah terpencil, menghadapi masalah kebocoran atap, tembok retak, dan ventilasi yang buruk, yang mengganggu proses belajar mengajar.

Melalui program revitalisasi, Kementerian menargetkan perbaikan infrastruktur pada lebih dari 50.000 ruang kelas di seluruh nusantara. Fokus utama meliputi perbaikan atap, pemasangan plafon anti-lembab, peningkatan sistem pencahayaan, serta penyediaan pendingin ruangan di wilayah dengan iklim panas.

  • Peningkatan atap anti bocor pada 35.000 kelas
  • Pemasangan plafon akustik di 20.000 kelas
  • Penggantian lampu neon dengan LED hemat energi pada 45.000 ruang
  • Penambahan kipas angin atau AC di 12.000 kelas di daerah tropis

Data terbaru menunjukkan bahwa tingkat kepuasan guru dan siswa terhadap kenyamanan ruang belajar naik dari 58 % pada 2021 menjadi 82 % pada akhir 2023. Berikut tabel perbandingan indikator kenyamanan sebelum dan sesudah revitalisasi:

Indikator 2021 2023
Kebocoran atap 31 % 7 %
Pencahayaan kurang 28 % 9 %
Ventilasi buruk 35 % 12 %
Kepuasan siswa 58 % 82 %

Selain perbaikan fisik, Kemendikdasmen juga mengintegrasikan program pelatihan bagi guru mengenai pemanfaatan ruang kelas yang lebih efektif, serta mengadakan monitoring rutin untuk memastikan standar kualitas tetap terjaga.

Dengan lingkungan belajar yang lebih aman dan nyaman, diharapkan prestasi akademik siswa akan meningkat, serta tingkat absensi berkurang. Kementerian menegaskan komitmen untuk melanjutkan program ini hingga seluruh sekolah di Indonesia memiliki fasilitas yang memadai.