LintasWarganet.com – 19 Mei 2026 | Pada pekan ke-37 Liga Italia 2025/2026, Como 1907 berhasil mengukir kemenangan tipis 1-0 atas Parma di Stadion Giuseppe Sinigaglia. Gol penentu kemenangan datang dari Alberto Moreno, yang memanfaatkan peluang tunggal di menit-menit akhir pertandingan. Kemenangan ini tidak hanya menambah tiga poin penting bagi Como, tetapi juga menggerakkan posisi mereka dalam persaingan ketat untuk meraih tiket Liga Champions musim depan.
Bagaimana Pertandingan Berlangsung?
Sejak peluit pertama, kedua tim menampilkan permainan defensif yang rapi. Parma, yang berada di zona menengah klasemen, berusaha mengendalikan lini tengah dengan bantuan gelandang berpengalaman. Namun, Como menampilkan strategi tinggi yang dipimpin oleh Cesc Fàbregas, mantan bintang Barcelona yang kini menjabat sebagai pelatih kepala sekaligus direktur teknis klub.
Alberto Moreno, yang sebelumnya bermain sebagai bek kiri di klub lain, menebak posisi bola di area penalti dan mengeksekusi sundulan tepat pada menit ke-78. Gol itu menjadi satu-satunya angka di papan skor dan memaksa Parma berjuang keras di sisa waktu, namun upaya mereka tidak menghasilkan peluang berbahaya.
Peran Cesc Fàbregas dalam Strategi Como
Fàbregas, yang dikenal dengan visi permainan yang tajam selama kariernya sebagai gelandang, kini mengaplikasikan pemikiran taktisnya dalam mengatur tim. Dalam konferensi pers pasca pertandingan, ia menekankan pentingnya disiplin struktural dan kontrol ruang. “Kami harus tetap kompak, menjaga garis pertahanan, dan memanfaatkan setiap peluang dari set‑piece,” ujar Fàbregas.
Selain itu, Fàbregas juga menyoroti tantangan finansial yang dihadapi klub. Ia mengingatkan bahwa batas gaji klub harus ditaati, sehingga setiap transfer atau kontrak pemain harus mempertimbangkan regulasi keuangan Serie A. Pendekatan ini mencerminkan kebijakan klub yang mengutamakan keberlanjutan jangka panjang.
Implikasi Klasemen dan Persaingan Liga Champions
Kemenangan Como membawa mereka naik ke peringkat kelima dengan total 68 poin, hanya terpaut dua poin dari AS Roma yang berada di posisi keempat dengan 70 poin. Kedua tim kini bersaing ketat dengan Juventus dan AC Milan yang masih berada di zona atas. Berikut adalah rangkuman singkat klasemen sementara setelah pertandingan minggu ke-37:
| Posisi | Tim | Poin |
|---|---|---|
| 1 | Inter Milan | 78 |
| 2 | Juventus | 75 |
| 3 | AC Milan | 73 |
| 4 | Roma | 70 |
| 5 | Como | 68 |
Dengan satu pekan tersisa, Como masih memiliki peluang untuk menembus zona empat besar jika berhasil mengalahkan lawan mereka pada laga penutup dan jika Juventus atau AC Milan terpaksa menyerah pada pertandingan mereka.
Kontras dengan Derby Roma‑Lazio
Pada hari yang sama, AS Roma berhasil mengalahkan Lazio 2-0 dalam Derby della Capitale, berkat dua gol dari Gianluca Mancini. Kemenangan tersebut memperkuat posisi Roma di puncak klasemen sementara dan menambah tekanan pada Como. Namun, keberhasilan Como tetap menonjol karena mereka melakukannya di luar kota besar, dengan dukungan suporter lokal yang mengisi stadion hampir penuh.
Derby Roma‑Lazio juga menampilkan sisi dramatis: dua kartu merah yang dikeluarkan kepada pemain Roma menambah ketegangan. Meskipun demikian, Roma tetap menahan serangan Lazio dan memastikan tiga poin penting.
Reaksi Penggemar dan Media
- Penggemar Como melontarkan pujian atas taktik Fàbregas yang dianggap “berani” dan “modern”.
- Media lokal menyoroti kemampuan Moreno yang bertransformasi dari bek menjadi penyerang gol pada laga krusial.
- Beberapa analis mengingatkan bahwa kontrol keuangan menjadi faktor penentu, mengingat batas gaji yang ketat di Serie A.
Prospek Pekan Penutup
Jadwal pekan penutup menempatkan Como melawan tim yang berada di zona tengah, memberikan peluang realistis untuk menambah tiga poin lagi. Jika mereka berhasil, total poin dapat mencapai 71, yang secara teoritis cukup untuk mengamankan tempat ke Liga Champions, tergantung hasil Juventus, AC Milan, dan Roma.
Secara keseluruhan, kemenangan Como atas Parma merupakan babak penting dalam cerita akhir musim Serie A 2025/2026. Dengan taktik cerdas, kepemimpinan Fàbregas, serta dukungan suporter, Como menunjukkan bahwa mereka bukan sekadar tim penengah, melainkan kompetitor serius untuk melaju ke panggung Eropa.
Dengan sisa satu pekan, drama persaingan tiket Liga Champions masih akan berlanjut, menjanjikan aksi-aksi menegangkan di sisa kalender Serie A.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet