Kemasan Lomban Kupatan Jepara Dihias Lebih Menarik untuk Tarik Wisatawan Asing
Kemasan Lomban Kupatan Jepara Dihias Lebih Menarik untuk Tarik Wisatawan Asing

Kemasan Lomban Kupatan Jepara Dihias Lebih Menarik untuk Tarik Wisatawan Asing

LintasWarganet.com – 28 Maret 2026 | Jepara, Jawa Tengah – Pemerintah Kabupaten Jepara bersama komunitas budaya setempat meluncurkan program revitalisasi kemasan Lomban Kupatan, festival laut tradisional yang biasanya diakhiri dengan upacara larung kepala kerbau. Upaya ini bertujuan meningkatkan daya tarik wisatawan mancanegara sekaligus melestarikan warisan budaya maritim daerah.

Program kemasan baru mencakup desain grafis modern yang tetap memuat motif tradisional, penggunaan bahan ramah lingkungan, serta penambahan informasi edukatif dalam bahasa Indonesia dan Inggris. Setiap paket lomban kini dilengkapi dengan panduan singkat tentang sejarah lomban, simbolisme larung, serta rekomendasi kuliner khas pesisir Jepara.

Berikut rangkaian langkah utama yang diterapkan:

  • Desain visual: Kolaborasi antara desainer grafis lokal dan seniman batik menghasilkan motif laut yang dinamis, menonjolkan warna biru laut, perahu tradisional, dan siluet kerbau.
  • Bahan kemasan: Menggunakan karton daur ulang dengan lapisan pelindung biodegradable untuk menjaga kesegaran makanan tanpa merusak lingkungan.
  • Informasi multibahasa: Penulisan teks dalam Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Mandarin, memudahkan wisatawan asing memahami nilai budaya lomban.
  • Label keamanan pangan: Sertifikasi BPOM dan label halal yang jelas, menjamin standar kebersihan bagi konsumen internasional.
  • Penyuluhan dan pelatihan: Workshop bagi pedagang lokal tentang cara menyajikan lomban secara higienis dan ramah turis.

Reaksi awal wisatawan asing menunjukkan antusiasme tinggi. Sebuah survei singkat yang dilakukan pada festival lomban kali ini mengungkapkan 78% responden menganggap kemasan baru lebih menarik dan informatif. Beberapa turis melaporkan niat untuk membeli paket lomban sebagai oleh-oleh, yang diharapkan dapat menambah pendapatan bagi pelaku usaha mikro di wilayah pesisir.

Peningkatan kualitas kemasan juga diharapkan membuka peluang ekspor ke pasar regional, khususnya negara-negara ASEAN yang memiliki minat tinggi terhadap kuliner tradisional. Pemerintah Kabupaten Jepara telah menyiapkan rencana pemasaran melalui pameran makanan internasional dan platform e‑commerce khusus produk budaya.

Keberhasilan program ini akan menjadi contoh bagi daerah lain yang ingin menggabungkan pelestarian budaya dengan strategi pemasaran modern. Jika berhasil, Lomban Kupatan tidak hanya akan tetap menjadi simbol kebersamaan masyarakat pesisir, tetapi juga menjadi ikon kuliner yang dikenal di panggung dunia.