Kejutan Besar di Eurovision 2026: Dara Bawa Bulgaria Meraih Gelar Pertama Sejarah
Kejutan Besar di Eurovision 2026: Dara Bawa Bulgaria Meraih Gelar Pertama Sejarah

Kejutan Besar di Eurovision 2026: Dara Bawa Bulgaria Meraih Gelar Pertama Sejarah

LintasWarganet.com – 18 Mei 2026 | Sabtu malam yang dingin di Wiener Stadthalle, Vienna, menjadi saksi bersejarah ketika Bulgaria, yang kembali setelah tiga tahun absen, mengangkat trofi Eurovision 2026 berkat penampilan memukau Dara dengan lagu “Bangaranga”. Dengan total 516 poin, Dara tidak hanya mengalahkan harapan publik, tetapi juga melampaui pesaing terkuat, Israel, yang mengumpulkan 343 poin. Kemenangan ini menandai gelar pertama Bulgaria sejak negara tersebut bergabung dengan kontes pada tahun 2005.

Detail Poin dan Peringkat

Penghitungan akhir menggabungkan suara juri nasional dan pemungutan suara publik dari 25 negara peserta, serta survei pemirsa dunia. Berikut rangkaian lima besar final:

  • Bulgaria – Dara “Bangaranga”: 516 poin
  • Israel – Noam Bittan “Michelle”: 343 poin
  • Rumania – Alexandra Căpitănescu “Choke Me”: 296 poin
  • Australia – Delta Goodrem “Eclipse”: 287 poin
  • United Kingdom – Look Mum No Computer (Sam Battle) “Eins, Zwei, Drei”: 1 poin

Prestasi Bulgaria didukung oleh koreografi dinamis dan elemen visual yang terinspirasi dari tradisi “kukeri”, ritual kuno Bulgaria dengan topeng berbulu dan lonceng. Dara menjelaskan bahwa “Bangaranga” mencerminkan energi khusus yang ada dalam diri setiap orang, memberikan kesan bahwa segala sesuatu mungkin terjadi.

Kontroversi, Boikot, dan Dampak Politik

Kontes tahun ini tidak lepas dari ketegangan geopolitik. Israel kembali menjadi peserta meski aksi militer di Gaza menimbulkan protes luas. Lima negara – Spanyol, Irlandia, Belanda, Islandia, dan Slovenia – memboikot secara resmi, sementara tiga negara lainnya menolak mengirimkan representasi sebagai bentuk penolakan. Penurunan jumlah peserta menjadi 35, terendah sejak 2003, dan final hanya menampilkan 25 aksi. Penurunan ini berpotensi menurunkan angka penonton dibandingkan tahun sebelumnya, yang mencatat 166 juta penonton.

Keputusan Israel menempati posisi kedua menimbulkan pertanyaan tentang lokasi penyelenggaraan Eurovision 2027. Dengan Bulgaria kini menjadi juara, acara berikutnya diperkirakan akan diadakan di Sofia, memberikan negara tersebut kesempatan menampilkan budaya dan infrastruktur mereka di panggung internasional.

Momen Tragis bagi Inggris

Penampilan Inggris menjadi sorotan lain. Sam Battle, yang tampil dengan nama panggung Look Mum No Computer, menyajikan lagu synth‑pop “Eins, Zwei, Drei” yang ia sebut “Marmite” – polarizing seperti selai yang dicintai atau dibenci. Namun, setelah pertunjukan, Battle terlihat duduk sendirian di arena hingga seorang anggota tim Denmark menghampirinya. Insiden ini memicu kecaman publik terhadap delegasi Inggris, yang dianggap meninggalkan artis mereka tanpa pendamping. Di media Inggris, pembawa acara Good Morning Britain, Susanna Reid dan Ed Balls, memperdebatkan kemungkinan Inggris keluar dari kompetisi selanjutnya.

Walaupun hanya meraih satu poin, Battle menanggapi dengan sikap sportif, memuji Bulgaria sebagai pemenang sah dan menegaskan pentingnya semangat mencoba sekuat tenaga. Komentar tersebut mendapat dukungan dari penggemar yang menilai bahwa kompetisi seharusnya lebih menekankan pada kolaborasi dan rasa hormat antar artis.

Gala, Host, dan Produksi

Acara dipandu oleh bintang Austria Victoria Swarovski dan Michael Ostrowski, sementara di Inggris komentar disampaikan oleh Graham Norton, yang menambah nuansa humor khas BBC. Suara juri Inggris diumumkan secara live dari Salford oleh La Voix, seorang performer drag yang juga pernah menjadi bintang “Strictly Come Dancing” 2025.

Kemenangan Bulgaria tidak hanya menandai pencapaian musikal, tetapi juga mengukir babak baru bagi negara tersebut dalam kancah budaya Eropa. Dengan persiapan menuju Eurovision 2027, Sofia diprediksi akan menampilkan produksi megah yang menggabungkan elemen tradisional Balkan dan inovasi teknologi modern, menegaskan kembali posisi Eurovision sebagai panggung musik paling inklusif dan berpengaruh di dunia.

Secara keseluruhan, Eurovision 2026 menggabungkan kegembiraan musik, dinamika politik, dan kisah pribadi yang menginspirasi. Dari keberhasilan tak terduga Bulgaria hingga kesedihan sang peserta Inggris, kontes ini kembali membuktikan bahwa di balik sorotan lampu panggung, nilai persahabatan, budaya, dan semangat kompetisi tetap menjadi inti utama.