Kaum Ibu Diimbau Waspada Pencuri Kebahagiaan, Jauhi Stres Akibat Medsos
Kaum Ibu Diimbau Waspada Pencuri Kebahagiaan, Jauhi Stres Akibat Medsos

Kaum Ibu Diimbau Waspada Pencuri Kebahagiaan, Jauhi Stres Akibat Medsos

LintasWarganet.com – 14 Mei 2026 | Psikiater Lahargo Kembaren mengingatkan para perempuan, khususnya ibu, untuk lebih waspada terhadap bahaya yang mengintai kebahagiaan mereka di dunia maya. Menurutnya, tekanan dan stres yang berasal dari media sosial dapat menjadi “pencuri kebahagiaan” yang menggerogoti kesejahteraan emosional.

Kebiasaan membandingkan diri dengan postingan‑posting yang tampak sempurna, mengejar validasi melalui “like” dan komentar, serta terpapar berita negatif secara terus‑menerus dapat memicu rasa tidak puas, cemas, bahkan depresi. Ibu yang sekaligus mengelola rumah tangga dan mengasuh anak berisiko tinggi mengalami kelelahan mental bila tidak mengatur konsumsi media sosial secara sehat.

Berikut beberapa tanda yang menunjukkan bahwa media sosial telah menimbulkan stres berlebih:

  • Sering merasa gelisah atau tidak tenang setelah membuka aplikasi.
  • Kesulitan tidur atau pola tidur yang tidak teratur.
  • Kehilangan motivasi untuk melakukan aktivitas di luar dunia digital.
  • Merasa rendah diri atau iri terhadap kehidupan orang lain yang ditampilkan secara online.

Lahargo Kembaren menawarkan beberapa langkah praktis untuk melindungi diri dari “pencuri kebahagiaan” tersebut:

  1. Batasi waktu penggunaan media sosial, misalnya tidak lebih dari 30 menit per sesi.
  2. Nonaktifkan notifikasi yang tidak penting agar tidak terus‑menerus terdistraksi.
  3. Kurasi konten dengan mengikuti akun yang memberikan inspirasi positif dan mengurangi ekspos terhadap akun yang menimbulkan rasa tidak nyaman.
  4. Luangkan waktu untuk aktivitas offline seperti berolahraga, membaca buku, atau berkumpul bersama keluarga.
  5. Jika rasa cemas atau depresi terus berlanjut, segera konsultasikan ke profesional kesehatan mental.

Dengan menerapkan kebiasaan digital yang lebih sadar, para ibu diharapkan dapat menjaga kebahagiaan pribadi sekaligus menjadi contoh yang baik bagi anak‑anaknya dalam menggunakan media sosial secara sehat.