Karst Sangkulirang-Mangkalihat Lestarikan 64 Situs Prasejarah
Karst Sangkulirang-Mangkalihat Lestarikan 64 Situs Prasejarah

Karst Sangkulirang-Mangkalihat Lestarikan 64 Situs Prasejarah

LintasWarganet.com – 01 Juni 2026 | Pemerintah Indonesia terus meningkatkan perlindungan terhadap kawasan Karst Sangkulirang-Mangkalihat yang terletak di Provinsi Kalimantan Timur. Kawasan ini kini resmi dilindungi untuk menjaga 64 situs prasejarah yang tersebar di wilayah tersebut.

Karst Sangkulirang-Mangkalihat mencakup area seluas lebih dari 1,2 juta hektar, dengan formasi batu kapur, gua, serta sungai-sungai yang menjadi saksi kehidupan manusia purba sejak ribuan tahun yang lalu. Penemuan artefak berupa peralatan batu, lukisan dinding, dan sisa-sisa pemukiman menunjukkan nilai arkeologis yang tinggi.

Berikut langkah-langkah utama yang diambil pemerintah dalam rangka melindungi situs-situs tersebut:

  • Penetapan zona perlindungan khusus yang melarang aktivitas pertambangan, penebangan hutan, dan pembangunan infrastruktur tanpa izin.
  • Peningkatan pengawasan dengan menambah jumlah petugas konservasi dan penggunaan teknologi pemantauan satelit.
  • Penyuluhan kepada masyarakat setempat tentang pentingnya pelestarian warisan budaya.
  • Kolaborasi dengan lembaga penelitian nasional dan internasional untuk dokumentasi dan studi lanjutan.

Selain itu, pemerintah juga merencanakan pembuatan pusat interpretasi yang akan menampilkan temuan arkeologis dan memberikan edukasi bagi wisatawan serta generasi muda.

Berikut rangkuman data singkat mengenai distribusi situs prasejarah di dalam kawasan:

Kabupaten/Kota Jumlah Situs
Sangkulirang 28
Berau 22
Malinau 14

Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan Karst Sangkulirang-Mangkalihat dapat tetap menjadi warisan budaya yang lestari dan menjadi sumber pengetahuan penting bagi kajian pra-sejarah di Indonesia.