Kaposwil PRR Aceh Tepis Tuduhan Pemulihan Lambat

LintasWarganet.com – 13 Mei 2026 | Kepala Pos Komando Wilayah (Kaposwil) Aceh Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera menolak tudingan bahwa proses pemulihan di provinsi tersebut berjalan lambat. Dalam konferensi pers yang digelar pada Senin (10/05/2026), Kaposwil menegaskan bahwa upaya rehabilitasi telah memasuki fase implementasi yang lebih terstruktur dan terukur.

Ia menyampaikan bahwa sejak penetapan zona prioritas pada awal tahun ini, tim PRR telah menyelesaikan lebih dari 60% pekerjaan infrastruktur kritis, termasuk perbaikan jalan utama, jembatan penyeberangan, dan fasilitas kesehatan. Data resmi menunjukkan bahwa 45.000 rumah telah selesai dibangun kembali, sementara 120.000 unit rumah sedang dalam proses penyelesaian.

  • Jalan utama di Kabupaten Aceh Besar: 85% selesai
  • Jembatan di Kabupaten Bireuen: 100% selesai
  • Fasilitas kesehatan di Banda Aceh: 70% selesai

Selain itu, tim PRR juga menambahkan bahwa program bantuan sosial kepada korban telah disalurkan kepada lebih dari 200.000 keluarga melalui mekanisme bantuan tunai dan distribusi sembako. Penyaluran dana dipantau secara real time melalui aplikasi terpadu yang memungkinkan transparansi dan akuntabilitas.

Kaposwil menolak anggapan bahwa birokrasi menjadi hambatan. Ia menekankan bahwa koordinasi antar‑instansi, termasuk Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Kesehatan, serta pemerintah daerah, telah dibentuk dalam satu platform digital untuk mempercepat proses persetujuan dan pelaksanaan proyek.

Menanggapi kritik publik yang menyebut proses pemulihan masih terasa lama di daerah terpencil, Kaposwil mengakui bahwa tantangan geografis memang menjadi faktor utama. Namun, ia menambahkan bahwa tim PRR telah menyiapkan rencana khusus, berupa tim lapangan mobile, untuk menjangkau wilayah yang sulit diakses.

Dalam kesempatan tersebut, Kaposwil juga menegaskan komitmen pemerintah untuk menyelesaikan seluruh program PRR paling lambat akhir tahun 2026, dengan target pencapaian 100% infrastruktur kritis dan 95% rumah layak huni. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mendukung upaya rekonstruksi demi mempercepat pemulihan ekonomi dan kesejahteraan warga Aceh.