LintasWarganet.com – 16 Mei 2026 | Jakarta – Polda Metro Jaya resmi dipimpin oleh seorang perwira tinggi berpangkat bintang tiga setelah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menindaklanjuti arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk menyesuaikan jabatan tertinggi kepolisian dan militer di ibu kota.
Keputusan Presiden dan Kenaikan Pangkat
Keputusan Presiden No. 38/Polri/2026 tertanggal 13 Mei 2026 menetapkan Asep Edi Suheri, yang sebelumnya menjabat sebagai Komisaris Inspektur Jenderal (Irjen) bintang dua, naik pangkat menjadi Komisaris Jenderal (Komjen) atau bintang tiga. Pengangkatan ini diumumkan secara resmi melalui pernyataan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, serta dipublikasikan di akun Instagram resmi Polda Metro Jaya pada 13 Mei 2026.
Profil Singkat Kapolda Asep Edi Suheri
Lahir di Tasikmalaya, Jawa Barat, pada 16 November 1972, Asep Edi Suheri menamatkan pendidikan di Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1994. Sepanjang kariernya ia dikenal memiliki rekam jejak kuat dalam bidang riset, penegakan hukum, serta pengungkapan kasus siber, narkotika, dan kejahatan lintas negara.
- 2011 – Kapolres Cirebon Kota
- 2015 – Wakapolresta Bekasi Kota
- 2016 – Kapolresta Tangerang
- 2020 – Wadirtipidter Bareskrim Polri
- 2021 – Dirtipidsiber Bareskrim Polri
- 2022 – Wakabareskrim Polri
- 2025 – Dilantik sebagai Kapolda Metro Jaya melalui Surat Telegram ST/1764/VIII/KEP./2025
Pengangkatan Asep sebagai Kapolda Metro Jaya pada Agustus 2025 menandai fase baru bagi institusi kepolisian terbesar di Indonesia. Sepuluh bulan menjabat, ia kini menjadi satu‑satunya Kapolda yang memegang pangkat bintang tiga, menyesuaikan dengan Pangdam Jaya yang sejak Maret 2026 dipimpin oleh Letnan Jenderal Deddy Suryadi.
Arahan Presiden dan Implikasi Kebijakan
Kapolri Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa kenaikan pangkat ini merupakan “tindak lanjut arahan Presiden untuk di Jakarta, Pangdam dan Kapolda bintang tiga.” Kebijakan tersebut bertujuan menyelaraskan struktur kepemimpinan keamanan di ibukota, memperkuat koordinasi antara Polri dan TNI AD, serta meningkatkan citra institusi di mata publik.
Tanggapan dan Harapan Terhadap Peningkatan Pangkat
Berbagai kalangan, termasuk anggota Kompolnas Mohammad Choirul Anam, menekankan bahwa perubahan status jabatan harus diimbangi dengan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Anam menilai dinamika sosial, politik, dan ekonomi Jakarta berbeda dengan daerah lain, sehingga ekspektasi terhadap kepolisian yang dipimpin oleh perwira bintang tiga menjadi lebih tinggi.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Budi Hermanto, menambahkan bahwa slogan “Jangan sekali‑sekali menyakiti hati masyarakat” akan terus menjadi pedoman operasional. Ia menegaskan komitmen seluruh anggota untuk meningkatkan standar layanan, baik dalam penanganan kejahatan siber, narkotika, maupun kejahatan lintas negara.
Langkah Konkret Polda Metro Jaya ke Depan
Seiring dengan status barunya, Polda Metro Jaya merencanakan beberapa inisiatif strategis:
- Peningkatan kemampuan unit siber melalui pelatihan intensif dan kerja sama dengan lembaga internasional.
- Penguatan jaringan intelijen lokal untuk deteksi dini kasus narkotika dan perdagangan manusia.
- Pelayanan publik yang lebih responsif melalui aplikasi digital dan pusat layanan terpadu.
- Sinergi lebih erat dengan Kodam Jaya dalam operasi gabungan keamanan wilayah ibu kota.
Semua langkah ini diharapkan dapat menjawab harapan warga Jakarta yang menuntut keamanan yang lebih terjamin serta layanan kepolisian yang profesional.
Dengan dukungan keputusan presiden, kenaikan pangkat Asep Edi Suheri menjadi Komjen tidak hanya menandai perubahan struktural, tetapi juga menjadi sinyal bahwa Polri siap menyesuaikan diri dengan tantangan keamanan modern. Keberhasilan implementasi kebijakan ini akan sangat bergantung pada kemampuan kepemimpinan baru dalam menerjemahkan status bintang tiga menjadi peningkatan nyata bagi masyarakat.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet