LintasWarganet.com – 25 Juni 2026 | Indonesia tengah mengevaluasi kembali opsi pengadaan kapal induk untuk memperkuat posisi maritimnya di wilayah Asia Tenggara. Salah satu kandidat yang menjadi sorotan adalah kapal induk bekas Angkatan Laut Italia, Garibaldi, yang pernah beroperasi sejak akhir 1980-an.
Garibaldi awalnya diluncurkan pada tahun 1985 sebagai kapal induk ringan kelas Garibaldi dan sempat menjadi tulang punggung kemampuan proyeksi kekuatan angkatan laut Italia. Pada 2020 kapal tersebut resmi dipensiunkan dan kemudian dipertimbangkan untuk dijual ke pasar internasional.
Berbagai alasan strategis melatarbelakangi minat Indonesia pada kapal tersebut:
- Penambahan kapasitas udara: Garibaldi dapat mengangkut hingga delapan helikopter atau pesawat ringan, meningkatkan kemampuan pengawasan dan penanggulangan ancaman di perairan nusantara.
- Penguatan deterrence: Kehadiran kapal induk akan menambah dimensi deterrence militer, memperkuat posisi tawar Indonesia dalam dinamika geopolitik regional.
- Pengembangan industri pertahanan: Proses akuisisi dan integrasi kapal dapat menjadi stimulus bagi industri galangan kapal dan teknologi maritim domestik.
Namun, rencana ini tidak lepas dari sejumlah tantangan yang perlu diatasi:
- Biaya akuisisi dan renovasi: Nilai penjualan kembali kapal induk tua biasanya tinggi, terutama setelah memperhitungkan kebutuhan modernisasi sistem persenjataan, radar, dan komunikasi.
- Integrasi dengan TNI AL: Penyesuaian doktrin operasional serta pelatihan awak kapal memerlukan investasi waktu dan sumber daya manusia yang signifikan.
- Regulasi dan diplomasi: Transaksi senjata besar melibatkan persetujuan lintas negara serta pertimbangan kebijakan luar negeri.
Berikut ini adalah spesifikasi teknis utama Garibaldi yang menjadi acuan dalam evaluasi:
| Parameter | Nilai |
|---|---|
| Displacement | ~13.000 ton |
| Panjang | 197 meter |
| Kecepatan maksimum | 29 knot |
| Kapasitas udara | 8 helikopter atau pesawat ringan |
| Armament utama | Sistem pertahanan udara dan meriam 76 mm |
Jika proses akuisisi berjalan lancar, Garibaldi dapat menjadi platform pertama dalam rangkaian modernisasi armada laut Indonesia, yang selaras dengan visi Strategi Maritim Nasional 2025–2045. Penggunaan kapal induk ini diharapkan tidak hanya terbatas pada operasi militer, melainkan juga pada misi kemanusiaan, penanggulangan bencana, dan patroli keamanan maritim.
Keberhasilan langkah ini akan sangat bergantung pada koordinasi antara Kementerian Pertahanan, TNI Angkatan Laut, serta industri pertahanan domestik. Dialog intensif dengan pemerintah Italia dan pihak penjual lainnya juga menjadi kunci utama untuk menyelesaikan aspek legal dan finansial.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet