LintasWarganet.com – 20 Juni 2026 | Kanada mengukir kemenangan telak 6-0 atas Qatar pada laga kedua Grup B Piala Dunia 2026 yang digelar di BC Place, Vancouver, Jumat 19 Juni 2026. Kemenangan ini tidak hanya memperkuat posisi Kanada di puncak klasemen grup, tetapi juga menimbulkan kontroversi di antara pelatih kedua tim.
Dominasi Kanada sejak menit pertama
Sejak peluit awal, tim Kanada menguasai bola dengan persentase sekitar 70 persen dalam sepuluh menit pertama. Tekanan terus-menerus membuat pertahanan Qatar kesulitan membangun serangan. Gol pembuka tercipta pada menit ke-16 melalui Cyle Larin yang memanfaatkan bola liar di depan gawang lawan.
Setelah jeda hidrasi, Kanada kembali memperlebar keunggulan. Pada menit ke-29, Jonathan David mencetak gol voli keras hasil rebound sepakan Jacob Shaffelburg. Gol kedua David menambah tekanan pada pertahanan Qatar yang sudah terdesak.
Kartu merah dan cedera yang memperparah keadaan Qatar
Masalah bertambah ketika Homam Ahmed menerima kartu merah langsung dari wasit Cristian Garay pada akhir babak pertama. Di menit ke-53, Assim Madibo juga dikeluarkan setelah melakukan tekel keras yang kemudian menimbulkan cedera serius pada gelandang Kanada Ismaël Koné. Koné harus menjalani operasi patah kaki, yang diperkirakan akan menyita dirinya selama setidaknya satu tahun.
Dengan dua pemain lebih sedikit, Qatar tidak mampu menahan serangan terus-menerus Kanada. Pada menit ke-57, Jonathan David mencetak gol ketiga, menjadikannya pencetak hat‑trick pertama dalam sejarah Piala Dunia Kanada, baik pria maupun wanita.
Protes Julen Lopetegui terhadap taktik Kanada
Setelah peluit akhir, pelatih Qatar Julen Lopetegui melontarkan protes kepada pelatih Kanada Jesse Marsch. Lopetegui menilai bahwa Kanada terus menyerang secara agresif meski unggul enam gol dan menghadapi tim yang hanya memiliki sembilan pemain. Ia menyebut tindakan tersebut tidak sportif.
Konfrontasi singkat terjadi di pinggir lapangan, melibatkan sebagian staf kedua tim. Marsch menanggapi dengan tenang, menolak membahas insiden tersebut kepada media. Sementara itu, Lopetegui menegaskan bahwa ia hanya menyuarakan kekhawatiran atas etika permainan.
Dampak kemenangan bagi Kanada
Kemenangan 6-0 menjadi catatan sejarah pertama Kanada meraih kemenangan di Piala Dunia pria. Dengan tiga poin, Kanada memimpin Grup B dan membuka peluang melaju ke fase knockout. Jika Kanada berhasil mengalahkan atau imbang melawan Swiss pada pekan berikutnya, mereka akan menutup grup sebagai juara. Jika terjadi skenario terburuk, selisih gol yang luas tetap memberi Kanada keunggulan atas Bosnia yang masih berjuang.
Keberhasilan ini juga meningkatkan semangat para pemain yang kembali berlatih keesokan harinya, meskipun harus menghadapi situasi emosional karena cedera Koné. Pelatih Marsch tampak optimis, menekankan pentingnya konsistensi dan fokus pada pertandingan berikutnya.
Di sisi lain, Qatar harus mereset strategi mereka. Kekalahan ini menegaskan tantangan bermain dengan pemain yang dikurangi, serta perlunya mengelola disiplin agar tidak terjerat kartu merah di laga selanjutnya.
Secara keseluruhan, laga ini tidak hanya memperlihatkan kualitas teknis Kanada, tetapi juga menimbulkan dinamika emosional yang melibatkan pelatih, pemain, dan suporter. Pertarungan selanjutnya di Grup B akan menjadi penentu apakah Kanada dapat melanjutkan momentum kemenangan atau harus mengatasi tekanan dari lawan yang masih berjuang.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet