Juventus Siap Hadapi Musim Baru: Vlahovic Tinggalkan, Buffon Mungkin Kembali, dan Miretti Dicari Pembeli
Juventus Siap Hadapi Musim Baru: Vlahovic Tinggalkan, Buffon Mungkin Kembali, dan Miretti Dicari Pembeli

Juventus Siap Hadapi Musim Baru: Vlahovic Tinggalkan, Buffon Mungkin Kembali, dan Miretti Dicari Pembeli

LintasWarganet.com – 25 Juni 2026 | Juventus FC tengah berada di persimpangan penting menjelang akhir musim 2025/2026. Klub legendaris dari Turin tidak hanya harus menyiapkan skuad untuk kompetisi domestik setelah kegagalan lolos ke Liga Champions, namun juga harus menyelesaikan tiga urusan transfer krusial yang dapat menentukan stabilitas keuangan dan performa tim di musim berikutnya.

Vlahovic Diprediksi Tinggalkan Allianz Stadium

Striker asal Serbia, Dusan Vlahovic, kini berada dalam situasi kontrak yang sangat genting. Dengan masa kontrak berakhir pada 30 Juni 2026, Vlahovic belum menurunkan tuntutan gajinya meskipun telah menerima tawaran perpanjangan dari mantan CEO Juventus, Damien Comolli. Pakar transfer Matteo Moretto menilai peluang Vlahovic kembali ke Turin “practically impossible” karena pemain masih menuntut paket finansial yang belum ada klub siap membayarnya, termasuk gaji, bonus, dan signing bonus.

Menurut laporan, klub Turki Besiktas sempat menghubungi Vlahovic dalam beberapa jam terakhir, namun belum dapat memenuhi ekspektasi finansial sang striker. Jika tidak ada kesepakatan sebelum akhir Juni, Vlahovic akan menjadi agen bebas pada 1 Juli dan dapat meninggalkan Juventus tanpa biaya transfer, sebuah skenario yang dapat memberi sedikit kelegaan pada neraca keuangan klub namun sekaligus menambah kekosongan di lini serang.

Buffon Mungkin Kembali ke Juventus

Sementara itu, kabar mengenai legenda kiper Italia Gianluigi Buffon kembali ke Juventus kembali mengemuka. Pengumuman resmi di situs Juventus menyebutkan bahwa kesepakatan fee telah disetujui, menandakan kemungkinan Buffon akan kembali ke Allianz Stadium sebagai pemain sekaligus simbol kebanggaan klub. Jika kesepakatan ini terwujud, Buffon akan mencatatkan rekor fee tertinggi untuk seorang kiper, melampaui transfer Angelo Peruzzi ke Juventus pada 1999 senilai £10,5 juta.

Buffon, yang memulai debut Serie A pada usia 17 tahun, dikenal karena kehadirannya yang karismatik di dalam kotak penalti dan pengalaman internasional yang luas. Kepulangannya dapat memberikan dorongan moral bagi skuad muda Juventus sekaligus menambah opsi kualitas di posisi kiper, terutama mengingat pergantian pemain di posisi tersebut selama beberapa musim terakhir.

Miretti Jadi Target Penjualan Besar Juventus

Di sisi lain, gelandang muda Fabio Miretti menjadi sorotan lain dalam agenda transfer klub. Juventus diperkirakan membutuhkan penjualan besar sebelum 30 Juni untuk menyeimbangkan buku keuangan setelah gagal lolos Liga Champions. Bologna dan Villarreal telah menunjukkan minat kuat, namun negosiasi masih terhambat karena perbedaan nilai transfer yang diharapkan Juventus, berkisar antara €12‑14 juta, jauh di bawah tawaran awal klub pembeli.

Selain nilai fee, terdapat pula perdebatan mengenai struktur transfer: apakah harus berupa pinjaman dengan opsi atau kewajiban beli, atau langsung menjadi transfer permanen. Fiorentina juga disebut-sebut mengamati perkembangan, menambah tekanan pada Juventus untuk menemukan solusi yang memuaskan semua pihak sebelum jendela transfer ditutup.

Dampak Finansial dan Taktik Musim Depan

Kombinasi ketiga urusan di atas mencerminkan tantangan finansial Juventus pasca musim yang kurang memuaskan. Kegagalan masuk Liga Champions berarti berkurangnya pendapatan televisi dan komersial, sehingga penjualan pemain bernilai tinggi menjadi prioritas. Kepergian Vlahovic secara gratis dapat mengurangi beban gaji, namun sekaligus menurunkan daya serang. Di sisi lain, kedatangan Buffon, meski bergengsi, menambah beban gaji namun dapat meningkatkan nilai pasar dan daya tarik sponsor.

Miretti, dengan nilai pasar yang masih meningkat, menawarkan peluang pendapatan signifikan jika transfer dapat diselesaikan. Keputusan Juventus dalam mengelola ketiga pemain ini akan menjadi indikator jelas apakah klub beralih ke strategi restrukturisasi atau tetap berusaha bersaing di level tertinggi Serie A.

Secara keseluruhan, Juventus berada pada titik krusial: menyeimbangkan buku keuangan, memperkuat lini belakang dengan pengalaman Buffon, serta menemukan solusi bagi kekosongan di lini depan setelah Vlahovic berpotensi pergi. Penggemar dan analis menantikan keputusan akhir dalam beberapa minggu mendatang, yang akan menentukan arah klub di musim berikutnya.

Dengan dinamika transfer yang terus berubah, Juventus harus bergerak cepat dan cerdas untuk memastikan stabilitas jangka panjang sekaligus mempertahankan ambisi kompetitifnya di Serie A.