LintasWarganet.com – 10 Juni 2026 | Pelatih Satria Muda Pertamina Bandung, Djordje Jovicic, menyoroti masalah ofensif rebound yang menjadi titik lemah timnya dalam laga melawan Hornbills yang berakhir dengan skor 82-93. Menurut Jovician, timnya memberikan terlalu banyak kesempatan kedua kepada lawan, terutama pada fase serangan yang seharusnya dapat dimanfaatkan untuk mencetak poin.
Pertandingan yang berlangsung pada Rabu (9/6) menampilkan dominasi Hornbills di papan rebound. Statistik menunjukkan Hornbills berhasil mengumpulkan 42 rebound ofensif, sementara Satria Muda hanya mengamankan 22 rebound defensif dan 13 rebound ofensif. Selisih tersebut memberikan Hornbills lebih banyak peluang untuk second-chance points, yang secara langsung berkontribusi pada selisih 11 poin.
Jovicic menambahkan, “Kami harus memperbaiki posisi kotak cat, terutama dalam menahan bola setelah tembakan meleset. Rebound ofensif bukan hanya soal fisik, tapi juga tentang antisipasi dan komunikasi antar pemain. Jika kami tidak dapat menguasai area tersebut, lawan akan terus mengulang peluang mereka.”
Berikut beberapa poin utama yang diangkat oleh pelatih:
- Kurangnya agresivitas dalam mengejar bola di area paint.
- Kebutuhan peningkatan koordinasi antar pemain frontcourt.
- Pentingnya penyesuaian taktik pada kuarter keempat untuk menekan lawan.
Selain masalah rebound, Jovicic juga menilai eksekusi serangan timnya masih belum optimal. Dari total 82 poin yang dicetak, hanya 38 poin yang berasal dari serangan fast break, sementara sisanya datang dari set play yang kurang tajam. Pelatih berharap latihan intensif pada sesi berikutnya akan meningkatkan efektivitas serangan dan memperkecil ketergantungan pada rebound defensif.
Tim Satria Muda Pertamina Bandung dijadwalkan kembali bertanding pada akhir pekan depan melawan Satria Muda Pertamina Jakarta, dengan harapan dapat memperbaiki catatan rebound dan menambah efisiensi serangan.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet