John Herdman Siapkan Timnas Indonesia Hadapi Oman & Mozambik, Sasar Piala Dunia 2030 lewat Diaspora
John Herdman Siapkan Timnas Indonesia Hadapi Oman & Mozambik, Sasar Piala Dunia 2030 lewat Diaspora

John Herdman Siapkan Timnas Indonesia Hadapi Oman & Mozambik, Sasar Piala Dunia 2030 lewat Diaspora

LintasWarganet.com – 23 Mei 2026 | Pelatih kepala Timnas Indonesia, John Herdman, menegaskan bahwa agenda FIFA Matchday Juni 2026 melawan Oman dan Mozambik menjadi batu ujian penting bagi perkembangan skuad Garuda. Pertandingan pertama dijadwalkan pada 5 Juni 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), diikuti empat hari kemudian melawan tim Afrika Mozambik. Kedua lawan dipilih karena menawarkan tantangan tak terduga yang dapat mengasah taktik serta kesiapan mental pemain.

Oman: Lawan Potensi Tinggi di AFC

Herdman menyebut Oman sebagai “tim yang berada di Pot 1 atau Pot 2 AFC”, menekankan pentingnya mengalahkan lawan yang berpengalaman di kancah Asia. “Kami menginginkan tim yang berada di pot teratas AFC, dan itu merupakan tugas penting bagi PSSI. Jika kami bisa mengalahkan Oman, itu akan menjadi sinyal kuat bagi perkembangan sepak bola Indonesia,” ujar Herdman dalam konferensi pers di Stadion Madya GBK.

Mozambik: Ujian Fisik dan Taktik

Berbeda dengan Oman yang mengandalkan teknik, Mozambik menampilkan gaya permainan fisik dan transisi cepat. “Mereka datang dengan tim yang atletis, sangat mengandalkan transisi. Mereka akan bermain bertahan rapat, itulah yang kami harapkan,” kata Herdman. Pelatih asal Inggris itu menambahkan, “Mozambik memberi kami ujian tak terduga, karena dalam kompetisi, rencana tidak selalu berjalan sesuai harapan.”

Skuad Sementara: 44 Nama, Termasuk Diaspora dan Bintang Liga 1

Untuk mempersiapkan dua laga tersebut, Herdman mengumumkan pemanggilan 44 pemain melalui akun resmi timnas. Daftar tersebut mencakup penjaga gawang Maarten Paes, bek Jay Idzes, gelandang Marselino Ferdinan, serta penyerang seperti Beckham Putra, Ragnar Oratmangoen, dan Ramadhan Sananta. Selain pemain lokal, Herdman juga menyoroti peran pemain diaspora yang sedang dievaluasi.

  • Tim diaspora: lebih dari 16 pemain telah dihubungi sejak Januari 2026.
  • Target: mengidentifikasi talenta yang dapat memperkuat lini serang dan bertahan sekaligus menambah pengalaman internasional.
  • Strategi: mengintegrasikan pemain diaspora secara bertahap tanpa mengurangi peran pemain lokal yang memiliki kualitas tinggi.

Herdman menegaskan bahwa proses scouting diaspora masih berlangsung dan nama-nama spesifik belum diungkapkan demi menjaga fokus tim.

Fokus pada Pemain Lokal: Pengamatan Langsung di Liga Domestik

Selain persiapan internasional, Herdman menunjukkan ketertarikan pada kompetisi domestik. Ia mengaku lebih memilih menonton laga Persija Jakarta pada pekan penutup Liga 1 dibandingkan menonton laga penentuan juara antara Persib dan Borneo FC. “Saya harus tetap netral, jadi saya pergi ke Persija,” ungkapnya.

Alasan utama kehadirannya di Jakarta International Stadium (JIS) adalah untuk memantau performa beberapa pemain Persija, terutama Rayhan Hannan yang menunjukkan peningkatan signifikan dengan tiga gol dalam delapan laga terakhir. Beberapa pemain Persija lainnya, seperti Fajar Fathurrahman, Shayne Pattynama, Witan Sulaeman, dan Eksel Runtukahu, juga masuk dalam daftar panggilan Herdman.

Visi Jangka Panjang: Piala Dunia 2030

Dalam diskusi dengan pemain diaspora, Herdman menekankan mimpi besar Indonesia untuk lolos ke Piala Dunia 2030. Ia menyampaikan bahwa banyak pemain diaspora memiliki pengalaman mewakili negara-negara seperti Italia atau Belanda, namun mereka dapat menjadi generasi pertama yang berkontribusi bagi Indonesia di panggung dunia.

“Kami berbicara tentang menjadi orang yang membawa negara lolos ke Piala Dunia. Kesempatan itu sangat besar karena mereka dapat mewakili negara lain, namun di Indonesia mereka menjadi pionir,” jelas Herdman.

Persiapan Menuju Piala ASEAN 2026 dan AFC Asian Cup 2027

Seluruh kegiatan persiapan ini tidak hanya berfokus pada FIFA Matchday, melainkan juga menjadi bagian dari rangkaian kompetisi internasional yang dijadwalkan untuk 2026‑2027, termasuk Piala ASEAN 2026 pada akhir Juli dan AFC Asian Cup 2027 di Arab Saudi. Herdman berencana menyaring skuad 44 menjadi tim final setelah evaluasi intensif di GBK.

Dengan kombinasi pemain diaspora, talenta muda dari liga domestik, serta pengalaman internasional yang terus bertambah, Herdman menaruh harapan besar pada kemampuan Timnas Indonesia untuk bersaing di level Asia dan menatap ambisi Piala Dunia. Kesempatan melawan Oman dan Mozambik di FIFA Matchday menjadi langkah awal yang krusial untuk menguji taktik, kebugaran, dan mentalitas tim.

Jika Indonesia mampu mengeksekusi rencana yang telah disusun, maka harapan akan tercapai tidak hanya pada kancah regional, melainkan juga pada panggung global dalam beberapa tahun ke depan.