LintasWarganet.com – 27 April 2026 | Timnas Indonesia menatap Piala AFF 2026 dengan ambisi mengakhiri rekor runner‑up yang telah menjerat skuad Merah Putih selama enam edisi terakhir. Di tengah persiapan intensif menjelang FIFA Matchday dan turnamen regional, pelatih asal Inggris, John Herdman, kini mendapat tekanan kuat dari kalangan pengamat dan media untuk memberi kesempatan kepada striker Persija Jakarta, Eksel Runtukahu, sebagai ujung tombak baru.
Pengamat sepak bola nasional, Gita Suwondo, menegaskan bahwa performa Eksel selama BRI Super League 2025/2026 sudah menunjukkan kualitas yang layak diuji di level internasional. “Selalu muncul pertanyaan, siapa pengganti Ole Romeny? Ini PR besar bagi Herdman. Eksel Runtukahu tampil cukup baik bersama Persija, tapi sejauh ini belum pernah benar‑benar dilirik. Kenapa tidak dicoba?” ujar Gita dalam sebuah wawancara di kanal YouTube Nusantara TV.
Statistik dan Penampilan Eksel Runtukahu
Sepanjang musim ini, Eksel mencetak 12 gol dan memberikan 5 assist dalam 22 penampilan, termasuk gol krusial melawan Persebaya Surabaya di lanjutan BRI Super League yang disaksikan ribuan penonton di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Kecepatan, ketajaman dalam area penalti, serta kemampuan mengeksekusi bola satu‑sentuhan menjadi poin kuatnya. Gita menambahkan, “Jika John Herdman memang serius memantau Liga 1, Eksel layak mendapat kesempatan.”
Kebutuhan Tim di Piala AFF 2026
Piala AFF 2026 dijadwalkan berlangsung 24 Juli hingga 26 Agustus 2026, tidak termasuk dalam kalender resmi FIFA. Hal ini berarti skuad Indonesia kemungkinan besar tidak akan dapat mengandalkan pemain berbasis luar negeri seperti Jay Idzes atau pilar diaspora yang bermain di Eropa. Oleh karena itu, kedalaman pemain lokal menjadi faktor penentu. Daftar pemain potensial meliputi Thom Haye, Eliano Reijnders, Ivar Jenner, Ricky Kambuaya, Rizky Ridho, Jordi Amat, dan Beckham Putera.
Selain lini depan, posisi kiper juga diprediksi menjadi medan persaingan sengit. Tanpa Maarten Paus dan Emil Audero, Cahya Supriadi (PSIM Yogyakarta) dan Nadeo Argawinata menjadi kandidat utama. Gita menilai Cahya memiliki catatan penyelamatan yang konsisten, menjadikannya pilihan yang layak untuk menjadi garda terdepan.
Strategi Herdman dan Tantangan Menghadapi Thailand
Strategi Herdman diharapkan menitikberatkan pada rotasi pemain dan pemanfaatan formasi yang fleksibel. Mengingat jadwal padat, kehadiran striker baru seperti Eksel dapat memberikan variasi taktik, terutama dalam pertandingan melawan tim-tim kuat seperti Thailand. Gita menekankan, “Selama para pemain diaspora ini menjadi WNI, kita belum pernah benar‑benar menghadapi Thailand. Kita sudah bisa mengalahkan Vietnam, dan sekarang waktunya mengukur kekuatan melawan Thailand.”
Jika Eksel berhasil menembus skuad utama, ia akan bergabung dengan rekan‑rekan serang lainnya, termasuk Ole Romeny yang masih menjadi andalan namun harus berhadapan dengan beban jam bermain yang tinggi. Kolaborasi antara Romeny dan Runtukahu diharapkan dapat menciptakan dinamika serangan yang lebih beragam, memaksa lawan harus menyiapkan dua ancaman sekaligus.
Harapan dan Tekanan pada Pelatih
Harapan publik dan media tidak hanya terfokus pada pemilihan striker, melainkan juga pada kemampuan Herdman mengoptimalkan potensi pemain lokal. Tekanan untuk mengakhiri kutukan runner‑up semakin kuat setelah kegagalan berulang di final turnamen regional. “Kalau targetnya juara, masa harus terus jadi runner‑up?” tegas seorang pengamat senior di sebuah konferensi pers.
Dalam konteks itu, keputusan akhir mengenai pemanggilan Eksel Runtukahu akan menjadi indikator utama seberapa jauh Herdman bersedia berinovasi. Jika ia memberi kesempatan, ekspektasi publik akan meningkat, namun kegagalan di lapangan dapat memperburuk kritik.
Secara keseluruhan, kombinasi antara pemain berbakat seperti Eksel, dukungan kiper lokal yang kompetitif, serta strategi pelatih yang adaptif memberikan Timnas Indonesia peluang realistis untuk merebut gelar pertama di Piala AFF. Namun, semua elemen tersebut harus beroperasi sinergis dalam waktu singkat menjelang kompetisi.
Dengan agenda yang semakin menumpuk, keputusan strategis John Herdman pada minggu-minggu mendatang akan menjadi penentu utama apakah Indonesia mampu mengubah sejarah dan meraih trofi AFF 2026.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet