LintasWarganet.com – 23 Juni 2026 | Jepang mengukir sejarah gemilang pada laga kedua Grup F Piala Dunia 2026 melawan Tunisia, menyelesaikan pertandingan dengan skor 4‑0 di Stadion Monterrey, Meksiko. Kemenangan ini tidak hanya mempertebal posisi Samurai Biru di grup, tetapi juga memecahkan sejumlah rekor penting dalam penampilan tim Asia pertama di turnamen tersebut.
Dominasi Serangan dan Peran Krusial Ayase Ueda
Gol pembuka datang cepat melalui Daichi Kamada pada menit ke‑13, mencatatkan gol tercepat Jepang dalam sejarah Piala Dunia hanya dalam 3 menit 27 detik. Tak lama kemudian, prediksi mantan legenda Keisuke Honda terbukti tepat ketika Ayase Ueda menambah angka pada menit ke‑31 dengan tembakan keras kaki kanan. Ueda kembali menambah satu gol pada menit ke‑45, menjadikannya pencetak dua gol pertama Jepang di satu laga Piala Dunia serta satu-satunya pemain yang mencatatkan tiga kontribusi gol (dua gol dan satu assist) dalam pertandingan tersebut.
Rekor- Rekor yang Dicapai
- Kemenangan 4‑0 menjadi margin kemenangan terbesar Jepang sejak debut mereka di Piala Dunia.
- Jepang menjadi tim Asia pertama yang mencetak empat gol dalam satu pertandingan Piala Dunia.
- Ayase Ueda menulis sejarah sebagai penyerang Jepang pertama yang mencetak dua gol dalam satu laga Piala Dunia.
- Gol Kamada menjadi gol tercepat Jepang di ajang tersebut.
- Hasil ini memutuskan rekor buruk Jepang yang selama 24 tahun selalu kalah pada laga kedua grup.
Pengaruh Budaya dan Etika Fanatisme
Setelah peluit akhir, para suporter Jepang memperlihatkan tradisi “gomi hiroi” – kebiasaan mengumpulkan sampah di stadion. Aksi kebersihan yang dipraktekkan oleh pendukung Samurai Biru menarik pujian internasional dan menegaskan nilai tanggung jawab sosial yang ditanamkan sejak kecil dalam budaya Jepang. Kegiatan ini menjadi simbol kolektif menjaga ruang publik, sekaligus menambah citra positif Jepang di mata dunia.
Perspektif Pelatih dan Pemain Lain
Kapten Ko Itakura menegaskan pentingnya fokus berkelanjutan setelah kemenangan gemilang, sementara veteran Yuto Nagatomo mengingatkan timnya tentang tantangan historis di laga kedua grup. Ritsu Doan menambahkan bahwa rasa lega yang dirasakan pemain menunjukkan perubahan mentalitas yang diperlukan untuk bersaing di panggung tertinggi.
Menuju Laga Penutup Grup
Jepang kini menantikan konfrontasi terakhir melawan Swedia pada Jumat, 26 Juni 2026. Lawan Swedia, yang baru saja menerima nasihat taktis dari legenda Zlatan Ibrahimović, diprediksi akan mengandalkan duet Alexander Isak dan Viktor Gyokeres. Namun, performa konsisten Jepang, terutama kemampuan menyerang yang dipimpin oleh Ueda, memberi harapan kuat bagi Samurai Biru untuk menutup grup dengan poin sempurna.
Secara keseluruhan, kemenangan 4‑0 atas Tunisia menandai titik balik penting dalam perjalanan Jepang di Piala Dunia 2026. Dari pencapaian rekor, kontribusi individu yang menonjol, hingga dampak sosial yang melampaui lapangan, semua elemen tersebut memperkuat posisi Jepang sebagai kontestan serius untuk melaju ke babak knockout.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet