Janice Tjen Gagal Bangkit di Nottingham Open: Kegagalan Beruntun dan Dampaknya pada Peringkat Dunia
Janice Tjen Gagal Bangkit di Nottingham Open: Kegagalan Beruntun dan Dampaknya pada Peringkat Dunia

Janice Tjen Gagal Bangkit di Nottingham Open: Kegagalan Beruntun dan Dampaknya pada Peringkat Dunia

LintasWarganet.com – 16 Juni 2026 | Janice Tjen, pemain tenis tunggal putri Indonesia yang berada di peringkat 43 dunia, kembali mengalami kegagalan pada turnamen WTA 250 Nottingham Open yang digelar pada 15 Juni 2026. Dalam pertandingan putaran pertama, Tjen harus menyerah dari petenis berpengalaman asal Jerman, Tatjana Maria, dengan skor 6-3, 6-2.

Sejak awal tahun 2026, Tjen hanya berhasil memenangkan satu dari empat pertandingan tunggal di lapangan rumput, menunjukkan kesulitan beradaptasi dengan permukaan cepat. Di turnamen tanah liat Roland Garros, ia juga terhenti di putaran pertama, sementara pada Birmingham Classic ia berhasil menembus babak kedua sebelum kembali tersingkir di Libema Open.

Penampilan Tatjana Maria Menguasai Lapangan Rumput

Tatjana Maria, yang berusia 38 tahun, memanfaatkan pengalaman bertanding di rumput untuk menampilkan servis yang sangat akurat. Ia mencatatkan 10 ace dan berhasil mengonversi 75% poin servisnya (40 dari 53 pukulan). Maria juga memanfaatkan kesalahan sendiri Tjen, sehingga mengamankan kemenangan dalam dua set tanpa perlu set ketiga.

Tatjana Maria, yang pernah menjuarai Mallorca Open dan Queen’s Club Championships pada tahun-tahun sebelumnya, kembali memperlihatkan kelasnya di Nottingham. Kemenangannya di turnamen ini menambah koleksi kemenangan di lapangan rumput, menjadikannya salah satu pemain paling berbahaya bagi lawan‑lawannya pada musim awal tahun.

Statistik Pertandingan Janice Tjen

  • Poin servis pertama Tjen: 71%
  • Ace yang dicatat Tjen: 0
  • Kesalahan tidak dipaksa: tinggi, berkontribusi pada kehilangan set
  • Persentase kemenangan di rumput musim 2026: hanya 33% (8 kemenangan dari 24 pertandingan)

Dampak pada Peringkat Dunia

Kekalahan ini mengakibatkan penurunan poin peringkat Tjen sebesar 20 poin, mengancam posisinya di peringkat 40‑45 dunia. Sebelumnya, peringkatnya sempat menurun setelah kegagalan di Roland Garros dan Libema Open. Jika performanya tidak membaik, ia berisiko terlepas dari zona masuk turnamen‑turnamen bergengsi.

Strategi Ganda bersama Aldila Sutjiadi

Meski gagal di tunggal, Tjen masih memiliki peluang di sektor ganda bersama rekan senegaranya, Aldila Sutjiadi. Pasangan ini menempati unggulan ketiga dan pada putaran pertama akan berhadapan dengan pasangan Ann Li (AS) / Tereza Valentova (Ceko). Namun, catatan terbaru menunjukkan bahwa Aldila/Sutjiadi juga mengalami kekalahan di WTA 250 ’s‑Hertogenbosch melawan Isabelle Haverlag / Maia Lumsden dengan skor 1‑6, 6‑4, 8‑10.

Di sisi ganda, Tjen bersama Aldila Sutjiadi sempat meraih gelar ganda di Birmingham Open, menambah kepercayaan diri mereka menjelang Nottingham. Namun, kekalahan di ’s‑Hertogenbosch menunjukkan bahwa kompetisi ganda juga tidak mudah, mengingat pasangan lain dari Eropa menunjukkan performa solid.

Konstelasi Turnamen Lain di Hari yang Sama

Turnamen Nottingham Open juga menjadi saksi beberapa pertandingan menarik lainnya. Zheng Qinwen dari China mengalahkan Maria Sakkari (Greece) dalam duel tiga set yang berlangsung selama 2 jam 42 menit. Marie Bouzkova (Ceko) dan Emma Navarro (AS) masing‑masing melaju ke babak berikutnya setelah mengalahkan lawan‑lawannya dengan skor meyakinkan.

Prospek Janice Tjen ke Depan

Untuk memperbaiki performa, para pelatih dan analis menyarankan Tjen untuk meningkatkan konsistensi servis serta mengurangi unforced errors pada lapangan rumput. Fokus pada latihan teknik pengembalian bola dan mentalitas kompetitif juga dianggap penting agar ia dapat kembali bersaing di level atas.

Secara keseluruhan, kegagalan beruntun Janice Tjen di Nottingham Open menegaskan bahwa musim 2026 masih penuh tantangan bagi petenis muda Indonesia ini. Namun, peluang di ganda bersama Aldila Sutjiadi serta pengalaman yang terus bertambah dapat menjadi fondasi bagi perbaikan performa di turnamen-turnamen mendatang.