Jangan Salah Kaprah! Begini Cara Menyambut Tahun Baru Islam Menurut Syariat
Jangan Salah Kaprah! Begini Cara Menyambut Tahun Baru Islam Menurut Syariat

Jangan Salah Kaprah! Begini Cara Menyambut Tahun Baru Islam Menurut Syariat

Pendahuluan

LintasWarganet.com – 12 Juni 2026 | Tahun Baru Islam yang jatuh pada 1 Muharram 1448 Hijriyah semakin dekat. Banyak umat Islam di Indonesia menantikan hari tersebut dengan suka cita, namun muncul pertanyaan penting: apakah perayaan tersebut sesuai dengan ajaran syariat?

Landasan Syariah

Dalam Islam, Hijriyah dipandang sebagai penanda waktu ibadah, bukan sebagai kesempatan untuk mengadakan pesta. Nabi Muhammad SAW tidak pernah merayakan hari kelahiran atau tahun baru, melainkan menekankan pada peningkatan kualitas keimanan dan amal. Oleh karena itu, setiap tindakan yang berkaitan dengan 1 Muharram harus berlandaskan pada prinsip-prinsip Islam.

Cara Menyambut yang Sesuai Syariat

Berikut langkah‑langkah yang dapat dilakukan umat untuk menyambut tahun baru Islam secara Islami:

  1. Memperbanyak dzikir dan doa pada malam menjelang 1 Muharram, memohon keberkahan dan keselamatan.
  2. Mengaji Al‑Qur’an dengan membaca surah‑surah yang menekankan pada taqwa, seperti Al‑Fatihah, Al‑Ikhlas, dan Al‑Falaq.
  3. Memberi sedekah kepada fakir miskin, anak yatim, atau lembaga sosial sebagai bentuk kepedulian.
  4. Melakukan shalat sunnah seperti shalat tahajjud atau shalat witir untuk menambah keutamaan.
  5. Menjaga kebersihan dan ketertiban lingkungan, misalnya dengan membersihkan rumah atau area masjid.

Hal yang Tidak Dianjurkan

Beberapa praktik yang umum muncul tetapi tidak sesuai dengan syariat antara lain:

  • Pesta pora dengan musik keras, tarian, atau minuman beralkohol.
  • Penggunaan kembang api yang membahayakan keselamatan dan lingkungan.
  • Pengumuman atau slogan yang menekankan pada “merayakan” tahun baru seperti pada perayaan dunia Barat.
  • Penyebaran informasi yang menyesatkan tentang keharusan melakukan ritual tertentu yang tidak memiliki dasar dalam Al‑Qur’an atau Hadis.

Dengan menitikberatkan pada ibadah, sedekah, dan perilaku yang mencerminkan nilai Islam, umat dapat menyambut 1 Muharram secara bermakna tanpa menyalahi ajaran agama.