Jangan Asal Isi BBM! Ini 4 Perbedaan Pertamax dan Pertalite yang Banyak Pengendara Belum Tahu
Jangan Asal Isi BBM! Ini 4 Perbedaan Pertamax dan Pertalite yang Banyak Pengendara Belum Tahu

Jangan Asal Isi BBM! Ini 4 Perbedaan Pertamax dan Pertalite yang Banyak Pengendara Belum Tahu

LintasWarganet.com – 07 Juni 2026 | Memilih bahan bakar yang tepat menjadi faktor penting bagi keawetan mesin dan efisiensi konsumsi. Di Indonesia, dua varian bensin yang paling sering dipilih adalah Pertamax dan Pertalite. Meski keduanya beredar di SPBU resmi, terdapat perbedaan signifikan yang masih belum diketahui banyak pengendara.

Berikut empat perbedaan utama yang perlu dipertimbangkan sebelum mengisi bahan bakar:

  1. Nomor oktan – Pertamax memiliki nilai oktan 92, sedangkan Pertalite berada pada oktan 90. Nilai oktan yang lebih tinggi membantu menahan detonasi pada mesin berperforma tinggi, sehingga Pertamax lebih cocok untuk kendaraan dengan mesin turbo atau berdesain untuk bensin beroktan tinggi.
  2. Harga per liter – Karena kandungan oktan yang lebih tinggi, harga Pertamax biasanya lebih tinggi sekitar Rp1.000‑Rp1.500 per liter dibandingkan Pertalite. Perbedaan harga ini menjadi pertimbangan bagi pengguna yang mengutamakan biaya operasional.
  3. Kandungan sulfur – Kedua bahan bakar sudah memenuhi standar emisi rendah, namun Pertamax mengandung sulfur yang lebih sedikit (maksimum 10 ppm) dibandingkan Pertalite (maksimum 30 ppm). Kandungan sulfur yang lebih rendah dapat mengurangi penumpukan karbon pada sistem injeksi.
  4. Rekomendasi penggunaan – Produsen mobil biasanya mencantumkan rekomendasi oktan pada buku manual. Kendaraan dengan mesin berdesain untuk 90‑92 oktan dapat beroperasi baik dengan Pertalite, namun untuk mobil sport atau yang sering dipacu, Pertamax memberikan performa yang lebih stabil.

Memahami perbedaan di atas dapat membantu pengendara mengoptimalkan performa mesin, menurunkan konsumsi bahan bakar, dan memperpanjang umur kendaraan. Sebaiknya selalu periksa rekomendasi pabrikan dan sesuaikan pilihan bahan bakar dengan kebutuhan serta kebiasaan berkendara.