LintasWarganet.com – 14 Juni 2026 | New York Knicks mencatat sejarah baru pada 13 Juni 2026 setelah mengalahkan San Antonio Spurs 94-90 pada Game 5 NBA Finals. Penampilan gemilang guard Jalen Brunson yang mencetak 45 poin menjadi faktor penentu, sekaligus membawanya meraih gelar NBA Finals MVP. Kemenangan ini mengakhiri penantian 53 tahun, sejak tim terakhir mengangkat trofi pada 1973.
Brunson, yang bergabung dengan Knicks sebagai agen bebas pada 2022, sempat menjadi sorotan kritikus. Banyak yang meragukan kemampuan point guard berpostur 6 kaki 2 inci itu, mulai dari Becky Hammon yang menilai “terlalu kecil” hingga Stephen A. Smith yang mempertanyakan nilai tukar pilihan putaran pertama tim. Namun, performa di lapangan menghapus semua keraguan tersebut.
Pada kuarter keempat, Knicks tertinggal 83-73 dengan kurang dari delapan menit tersisa. Brunson memimpin serangan balik, mencetak sepuluh poin beruntun yang menyamakan kedudukan 83-83 pada 4:48 menit. Jarak tembakan 12 kaki pada 1:05 menit menjadi penentu, memberi Knicks keunggulan 90-88. Ia menutup pertandingan dengan statistik 14/27 tembakan, 4/7 tiga angka, dan 13/16 lemparan bebas.
Keberhasilan Brunson tak lepas dari pujian rekan setim. Mikal Bridges, yang juga merupakan alumni Villanova bersama Brunson, menilai “Saya tahu betapa kerasnya ia bekerja, betapa baiknya pribadi dan pemainnya. Saya bersyukur bisa bermain bersamanya lagi.” Sementara pelatih kepala Mike Brown menegaskan, “Brunson adalah dia, ketika berbicara tentang basket New York, tidak ada yang lebih dapat diandalkan.”
Penghargaan MVP Finals menambah daftar prestasi Brunson. Ia menjadi pemain pertama Knicks yang meraih penghargaan tersebut sejak era 1970-an. Di sela-sela sorotan, legenda NBA Shaquille O’Neal mengakui kesalahannya dalam menilai Brunson. Dalam sebuah wawancara dengan Charles Barkley di “Inside the NBA”, O’Neal menyatakan, “Saya tidak tahu dia sebaik ini. Sekarang saya mengerti, dan saya minta maaf kepada Anda yang telah mendukungnya selama ini.”
Di luar lapangan, Brunson juga terlibat dalam perbincangan budaya pop. Setelah Taylor Swift hadir di Game 4 di Madison Square Garden, sebagian penggemar mengkritik kehadirannya yang dianggap mengganggu konsentrasi pemain. Brunson, dalam wawancara pasca pertandingan Game 5, memberikan pernyataan kepada para “Swifties”, “Dia memang penggemar yang baik. Beri dia ruang, semuanya baik-baik saja.” Pernyataan ini menenangkan ketegangan antara komunitas penggemar musik dan pendukung basket.
Analisis taktik menunjukkan Knicks mengandalkan pengalaman mereka di playoff. Tim mencatat rekor 16-3 selama postseason dan memenangkan 15 dari 16 pertandingan terakhir, termasuk sembilan kemenangan beruntun di luar kandang. Pertahanan ketat pada menit-menit krusial, serta kemampuan Brunson menembus pertahanan Spurs, menjadi kunci utama.
- Brunson mencetak 45 poin, menjadi pencetak poin tertinggi dalam sejarah Final Knicks.
- Knicks meraih gelar pertama sejak 1973, menutup kekeringan 53 tahun.
- Shaq mengakui kesalahan penilaiannya terhadap Brunson.
- Kontroversi kehadiran Taylor Swift di arena berhasil diredakan oleh Brunson.
- Knicks menutup playoff dengan catatan 16-3, menunjukkan konsistensi tinggi.
Keberhasilan ini menandai era baru bagi Knicks dan menegaskan peran sentral Jalen Brunson sebagai pemimpin tim. Dengan penghargaan MVP di tangan dan pujian dari sesama legenda NBA, Brunson kini berada di puncak kariernya, sekaligus menjadi simbol kebangkitan kembali kebesaran basket New York.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet