LintasWarganet.com – 08 Juni 2026 | Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengumumkan pada Senin, 8 Juni 2026, peluncuran kampanye militer yang dinamai “Operasi Nasr“. Operasi ini dirancang sebagai respons atas apa yang IRGC sebut sebagai aksi agresif Israel di wilayah Timur Tengah.
- Durasi: 7 hari penuh.
- Jenis senjata: Drone bersenjata dan rudal balistik serta jelajah.
- Sasaran utama: instalasi militer, pangkalan udara, dan infrastruktur strategis di Israel.
IRGC menegaskan bahwa “Operasi Nasr” merupakan langkah defensif untuk melindungi kepentingan Iran serta rakyat Palestina yang berada di bawah tekanan. Pihak militer Iran menyatakan kesiapan logistik dan teknis untuk melaksanakan serangan yang berkelanjutan selama periode yang telah ditetapkan.
Reaksi internasional masih dalam tahap awal. Pemerintah Iran menolak semua tuduhan bahwa mereka terlibat dalam serangan sebelumnya, sementara Israel memperingatkan akan meningkatkan kesiapan pertahanan udara dan menyiapkan balasan yang proporsional.
Para analis memperkirakan bahwa eskalasi ini dapat memperburuk ketegangan di kawasan, terutama mengingat keberadaan pasukan Amerika Serikat dan sekutu NATO di wilayah tersebut. Mereka juga mencatat bahwa penggunaan drone dalam operasi berkelanjutan menandakan evolusi taktik militer Iran yang semakin mengandalkan teknologi tanpa menempatkan pilot manusia dalam bahaya langsung.
Jika operasinya berjalan sesuai rencana, dampak ekonomi dan politik regional dapat meluas, memicu fluktuasi pasar energi serta menambah tekanan pada upaya diplomatik yang sedang berlangsung untuk menenangkan situasi di Timur Tengah.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet