LintasWarganet.com – 13 April 2026 | Iran menegaskan bahwa ancaman Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk memblokade Selat Hormuz tidak akan menggoyahkan sikapnya. Dalam sebuah pernyataan resmi, perwakilan utama Teheran, Mohammad Baqer Qalibaf, menegaskan bahwa AS sejak awal memang mencoba memanfaatkan tekanan ekonomi, namun Tehran tetap bertekad mempertahankan kedaulatan dan hak lintasannya.
Selat Hormuz merupakan jalur penyebrangan utama bagi minyak bumi dunia, dengan rata‑rata sekitar 21 juta barel per hari mengalir melalui selat tersebut. Penutupan atau gangguan di wilayah ini dapat menimbulkan dampak signifikan pada pasar energi global.
| Parameter | Nilai |
|---|---|
| Panorama harian minyak | ≈ 21 juta barel |
| Negara pengekspor utama melalui selat | Iran, Uni Emirat Arab, Kuwait |
| Persentase minyak dunia yang melewati selat | ≈ 20‑30 % |
Berikut beberapa skenario yang diidentifikasi para analis jika blokade benar‑benar dilaksanakan:
- Peningkatan harga minyak mentah di pasar internasional.
- Gangguan pada rantai pasokan energi, terutama bagi negara‑negara Asia Timur.
- Meningkatnya ketegangan militer di kawasan Teluk Persia.
- Upaya diplomatik intensif dari pihak ketiga, termasuk Uni Eropa dan China, untuk meredam konflik.
Iran menegaskan kesiapan militernya, termasuk armada kapal perang dan sistem pertahanan anti‑kapal, untuk menanggapi setiap tindakan agresif. Sementara itu, pemerintah Washington terus menekankan bahwa langkah blokade bersifat preventif untuk melindungi kepentingan energi Amerika Serikat.
Pengamat internasional memperkirakan bahwa konfrontasi semacam ini dapat memicu dinamika geopolitik baru di kawasan, dengan kemungkinan negosiasi kembali mengenai program nuklir Iran serta revisi sanksi ekonomi yang telah diberlakukan.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet